Rombongan disambut oleh Manajer Iklan Ahmad Basuni dan Pemimpin Redaksi JPRM Fendy Hermansyah.
60 siswa kelas VII ini diberikan pemahaman mendasar terkait media massa, sejarah berdirinya koran JPRM hingga mekanisme pembuatan berita, baik untuk surat kabar maupun online.
Beberapa peserta didik mempertanyakan bagaimana mempertahankan kecepatan informasi melalui surat kabar. Dijelaskan Fendy, JPRM punya platform digital seperti media sosial dan online untuk mempertahankan kecepatan informasi berita.
”Selain itu, kita punya tiga website dengan fokus berita yang berbeda. Mulai dari website Radar Mojokerto, Radar Majapahit dan Kembangdesa,’’ ungkapnya.
Ditambahkan Basuni, JPRM menjadi media rujukan di Mojokerto Raya untuk mengonfirmasi berita faktual atau hoaks.
Dari pembahasan tersebut, ia mendorong siswa agar lebih teliti sebelum menciptakan karya jurnalistik bagi sekolah.
’’Sharing sebelum share, menjadi hal yang penting dalam menciptakan karya jurnalistik,’’ paparnya.
Guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing M. Samsul Arifin mengatakan, ini merupakan kunjungan kedua SMP Terpadu Daarul Muttaqien dalam agenda tahunan field trip.
Harapannya, dari kunjungan tersebut nantinya ilmu yang didapat siswa bisa diterapkan khususnya, dalam ekskul jurnalistik yang dimiliki sekolah.
’’Jawa Pos Radar Mojokerto menjadi pilihan kami, selain karena kaya sejarah Majapahit, juga memiliki branding baik untuk pemberitaannya di koran maupun online,’’ pungkas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah