Jawa Pos Radar Mojokerto - Meski sudah cukup lama trending di media sosial, dampak dari tren Marriage is Scary terus berkelanjutan hingga sekarang.
Tren yang banyak diikuti oleh gen Z ini memicu penggiringan opini dan mindset terkait pernikahan. Terutama bagi mereka yang memasuki usia 20 tahunan.
Dampak gaya hidup konsumtif atau tren media sosial tanpa menyaring informasi ini pun menggiring pandangan masyarakat akan sebuah pernikahan.
Yang dipandang menjadi suatu hal mengerikan dan tidak memiliki nilai positif sama sekali.
Akibatnya, khalayak berasumsi sendiri tentang bayang-bayang ketakutan dalam menikah yang belum tentu terjadi.
Yang dikhawatirkan nantinya hal tersebut berpengaruh terhadap penurunan angka pernikahan di Indonesia.
Sejumlah masalah rumah tangga dibagikan oleh netizen secara terang-terangan dalam unggahan video tiktok, reels dan media sosial lainnya.
Oleh karenanya, banyak perspektif negatif tentang pernikahan secara sepihak tanpa melihat sisi positifnya.
Pada pandangan psikologis, pernikahan yang baik dimulai dari penanaman mindset, pengubahan sudut pandang dan kesadaran masing-masing individu.
Untuk itu, pernikahan tidak akan memberikan kesan menakutkan jika kamu menerapkan hal berikut:
Marriage is (not) scary jika kedua pasangan menyadari bahwa dalam menciptakan pernikahan yang bahagia merupakan tanggung jawab bersama.
Sehingga, tumbuh rasa saling menghargai, saling menghormati, dan saling memberikan versi terbaik dirinya untuk menciptakan pernikahan bahagia tersebut.
Marriage is (not) scary jika pasangan saling mempersiapkan diri untuk mulai mempelajari dan memahami pengetahuan pra nikah.
Mengetahui bahwa masing-masing telah memiliki kontribusi dalam menciptakan hubungan yang berkualitas.
Selain itu, kesadaran individu akan keterbatasan kemampuan sebagai manusia juga perlu dilakukan.
Sebab, dengan mengubah sudut pandang bahwa pasangan juga manusia biasa dapat meminimalisir tuntutan dan tekanan terhadap pasangan secara berkala.
Kesadaran bahwa dalam pernikahan itu wajar terjadi masalah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Karena setiap individu akan melakukan kesalahan. Baik yang disengaja maupun tidak.
Maka dari itu, marriage menjadi (not) scary jika kamu mau menerapkan hal-hal tersebut dan belajar memahami satu sama lain. (Dhea)
Editor : Imron Arlado