JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah gempuran ekonomi yang tidak menentu dan biaya hidup yang terus melonjak, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) kian tinggi. Dampaknya, angka pengangguran pun kian meningkat.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hampir 10 juta penduduk berusia 15-24 tahun, yang termasuk dalam generasi Z (Gen Z), tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, maupun pelatihan, atau dikenal dengan istilah NEET (Not in Employment, Education, or Training).
Dalam Upaya untuk mengatasi masalah ini, banyak Gen Z beralih ke pekerjaan sampingan. Data dari Upwork (aplikasi freelance) menunjukkan bahwa 50 persen freelancer di platform tersebut adalah generasi milenial dan Gen Z, yang dapat menandakan minat dari kedua generasi ini terhadap pekerjaan remote dan fleksibel.
Selain itu, Flexjob juga melaporkan bahwa pencarian untuk pekerjaan remote di kalangan Gen Z meningkat sebanyak 40 persen selama dua tahun terakhir.
Dropshipping adalah salah satu pekerjaan sampingan yang paling diminati. Berdasarkan survei dari Statista, 29 persen Gen Z yang terlibat dalam e-commerce memilih dropshipping sebagai model bisnis utama mereka.
Keuntungan dari dropshipping, seperti modal awal yang rendah dan fleksibilitas operasional, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang ingin memulai bisnis dengan risiko minimal.
Keuntungan lainnya dari bisnis dropship diantaranya merupakan bisnis yang ramah untuk pemula, tidak perlu packing dan mengirim barang, dapat dilakukan di manapun dan kapanpun.
Freelancing juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data dari LinkedIn mencatat bahwa 35 persen dari seluruh pekerja freelance baru adalah Gen Z, dengan bidang seperti desain grafis, penulisan konten, dan pengembangan web sebagai beberapa pekerjaan paling populer.
Fleksibilitas waktu dan kemampuan untuk bekerja dari mana saja membuat freelance menjadi pilihan yang semakin menarik bagi Gen Z yang menginginkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Selain dropship dan juga freelance, terdapat banyak pekerjaan remote yang juga menjadi pilihan untuk Gen Z untuk mencapai kompensasi finansial yang terus melonjak.
Diantaranya adalah content creator, profesi ini juga menjadi perhatian Gen Z. Pasalnya, salah satu komponen penting dalam peran sebagai content creator adalah keterampilan digital, yang mencakup kemampuan dalam menggunakan berbagai platform dan alat digital.
Dalam hal ini, generasi Z dikenal sebagai ahli, mengingat mereka tumbuh di era digital dan telah menguasai berbagai teknik serta teknologi yang diperlukan untuk menciptakan konten yang menarik dan efektif.
Kemampuan Gen Z dalam mengoperasikan perangkat lunak editing, memahami algoritma media sosial, serta memanfaatkan analitik untuk mengoptimalkan jangkauan konten membuat mereka unggul dalam bidang ini.
Dengan keterampilan digital yang mumpuni, Gen Z dapat menghasilkan konten yang tidak hanya menarik perhatian audiens tetapi juga sesuai dengan tren dan kebutuhan pasar saat ini. Poin inilah yang menjadikan Gen Z sebagai pionir dalam industry kreatif digital.
Selanjutnya adalah virtual assistant (VA). Era digital sudah sangat merubah aspek kehidupan termasuk cara kerja.
Virtual assistant adalah bukti nyata dari kemajuan tersebut, di mana pekerjaan yang sebelumnya memerlukan kehadiran fisik kini sudah dapat dilakukan dengan jarak jauh.
VA menyediakan berbagai layanan administratif, seperti manajemen jadwal, pengaturan email, dan dukungan pelanggan, yang dapat diakses secara online. Terakhir, affiliate marketing.
Adalah model bisnis di mana individu atau perusahaan mempromosikan produk atau layanan orang lain dan memperoleh komisi dari setiap penjualan atau tindakan yang dilakukan melalui tautan afiliasi mereka.
Dengan meningkatnya penggunaan internet dan media sosial, affiliate marketing telah menjadi salah satu metode pemasaran yang sangat efektif. Gen Z, yang memiliki kecakapan digital tinggi dan keterampilan dalam menggunakan platform online, sangat berpotensi dalam bidang ini.
Mereka dapat memanfaatkan keahlian mereka dalam konten digital, analisis data, dan strategi pemasaran untuk mengoptimalkan kampanye afiliasi dan mencapai audiens yang lebih luas. Aini
Editor : Imron Arlado