Belum diketahui pasti penyebab keributan yang mengakibatkan korban luka-luka tersebut.
Peristiwa yang tersorot kamera closed circuit television (CCTV) SPBU ini terjadi sekitar pukul 03.10 Minggu (15/9).
Dalam rekaman kamera pengawas, tampak sekelompok pemuda mengeroyok seorang korban.
"Kalau dari rekaman CCTV itu korbannya satu orang. Dikeroyok pelaku jumlahnya lebih dari 5 orang," ujar Carles Caniago, pengawas SPBU, Senin (16/9).
Dia menjelaskan, sebelum aksi pengeroyokan terjadi, sekelompok remaja tersebut sempat berkumpul di sudut SPBU.
Mereka datang mengendarai motor.
"Mereka ngumpul dulu terus ada pengeroyokan itu," terangnya. Usai membuat onar di tempat umum, lanjut Carles, mereka lantas melarikan diri ke arah Mojosari.
Pihaknya mengaku belum mengetahui penyebab keributan yang terjadi saat dini hari tersebut.
Menurutnya, sekelompok pemuda tersebut tidak sampai melukai korban dengan senjata tajam atau sejenisnya.
"Waktu kejadian jalannya (dan SPBU) ya lagi sepi. Nggak tahu penyebabnya apa. Tahunya ya sudah dikeroyok itu," ungkap Carles.
Belakangan diketahui, ada tiga orang korban dari aksi pengeroyokan itu.
Yakni, R, 16; A, 16; dan I, 16. Ketiganya merupakan remaja asal Kecamatan Kutorejo.
Informasi yang dihimpun mereka telah melaporkan peristiwa ini ke kepolisian.
"Kelihatannya luka (ringan) di tangan dan wajah saja. Bekas dipukuli itu," tukasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah