Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tukang Pijat di Mojokerto Hidup Sebatang Kara Ditemukan Meninggal

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 12 September 2024 | 10:12 WIB
NAHAS: Polisi melakukan olah TKP korban ditemukan meninggal di Jalan Penanggungan, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (12/9) dini hari.
NAHAS: Polisi melakukan olah TKP korban ditemukan meninggal di Jalan Penanggungan, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (12/9) dini hari.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO  - Warga Jalan Penanggungan, Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto, geger, Kamis (12/9) dini hari. Penyebabnya adalah Ribut Wiyono, 47, yang ditemukan tergeletak tak bernyawa. Tukang pijat sebatang kara itu meninggal di pelataran depan rumahnya.

Tubuh Ribut sudah terbujuk kaku saat warga memeriksanya sekitar tengah malam. Pria berbadan gempal itu dalam kondisi tengkurap hanya berbalut sarung tanpa baju. "Kayaknya mau siap-siap tidur," kata Okta, tetangga korban.

Seperti hari-hari sebelumnya, malam itu Ribut nongkrong di warung sebelah rumahnya. Kepada teman ngopinya, pria yang beralamat KTP di Jalan Panderman IIII, Kelurahan Wates, itu sempat mengeluh tak enak badan. "Katanya sambatan sakit, kayak garuk-garuk dada begitu," imbuhnya.

Ribut menghabiskan satu gelas kopi meskipun sudah sempat dilarang temannya karena mengeluh sakit. Ia kemudian berjalan kaki pulang dan ganti celana dengan sarung. Tak berselang lama, salah satu warga mendapati Ribut sudah ambruk di tanah depan pintu rumah.

"Ada tetangga yang mengecek dan bilangnya innalilahi, badannya sudah dingin. Mau panggil keluarganya tapi masih sulit dihuhungi, akhirnya panggil PMI," jelasnya.

Kejadian ini membuat puluhan warga berkumpul. Perwira polisi dari satreskrim dan Polsek Magersari turun ke lokasi. Setelah olah TKP oleh tim Inafis Polres Mojokerto Kota, sekira pukul 01.00 jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Beberapa warga di lokasi mengakatan jika Ribut memiliki sakit stroke hingga penyakit dalam lainnya.

Selama ini dia tinggal seorang diri di bangunan kecil belakang rumah makan itu. Meski banyak mengangurnya, di sana dia membuka jasa pijat. Banner jasa urut pun tertempel di muka bangunan.

Sekali waktu, Ribut juga bermalam di rumah Jalan Panggreman. Selain nongkrong di warung kopi, pria paro baya sebatang kara ini juga kongko di warung mie ayam dekat perempatan jalan tak jauh dari tempat tinggalnya. "Dia sudah tidak punya istri, anak punya tapi jarang kesini," kata seorang warga lainnya. (adi)

Editor : Hendra Junaedi
#tewas mendadak #kelurahan wates #polres mojokerto kota #Kota Mojokerto #tukang pijat #hidup sebatang kara