JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Beredarnya kabar gempa megathrust membuat heboh warga kota Padang, Sumatera Barat.
Banyak warga yang khawatir dengan munculnya informasi gempa megathrust yang ramai dan menjadi perbincangan publik.
Pasalnya, gempa ini tidak bisa diprediksi kapan dan di mana terjadinya, sedangkan kata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) gempa megathrust hanya tinggal menunggu waktu.
Hal itulah yang membuat banyak orang khawatir dan panik terutama masyarakat Padang.
"Kemarin ada yang mengatakan dan itu sudah ramai di kalangan masyarakat bahwa Pulau Jawa dan Sumatera akan dilanda gempa besar dan tsunami (megathrust). Hal itu membuat kami cukup heboh, apalagi Padang sudah sering dilanda gempa," ujar Robi salah satu warga Padang (9/9/2024).
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Padang pun menghimbau warga agar tetap tenang. "Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang," kata Penjabat ( Pj ) Wali Kota Padang, Andree Algamar, Senin (9/9/2024).
Andre menjelaskan, bahwa kabar mengenai gempa megathrust bukanlah hal baru, kabar tersebut sudah menjadi perbincangan publik sejak lama.
Kabar yang beredar di masyarakat juga bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai upaya untuk mendorong dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
"Ini bukan kabar untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai upaya mengajak masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," ujarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk memperkuat mitigasi bencana dengan berbagai Langkah pencegahan dan persiapan. Selain itu, perlu juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas publik, termasuk shelter evakuasi yang telah disediakan di beberapa titik Kota Padang.
"Mari kita rawat shelter yang ada. Optimalkan penggunaannya dan pastikan kebersihannya. Jadikan shelter sebagai tempat yang familiar dan mudah diakses oleh masyarakat," kata Andree.
Pj Wali Kota Padang tersebut memiliki sejumlah shelter yang siap menampung warga saat terjadi bencana, di antaranya adalah, shelter Darussalam di Kelurahan Bungo Padang, shelter Nurul Haq di Komplek Jondul 4 Parupuk Tabing, Kota Tengah, dan shelter Wisma Indah Warta Bunda di Ulak Karang Utara.
Selain mengajak masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan shelter, Pemkot Padang juga memperbarui rambu-rabu jalur evakuasi dan memasang sirine peringatan tsunami di berbagai lokasi strategis.
Langkah-langkah tersebut dilakukan agar warga dapat dengan cepat memahami situasi dan tidak panik saat terjadi bencana.
"Pemerintah akan terus berupaya menjaga kesiapsiagaan warga dan memastikan seluruh fasilitas pendukung bencana berfungsi dengan baik," jelas Andree.
Nailul
Editor : Imron Arlado