Seorang karyawan tewas dengan kondisi mengenaskan saat memotong tabung elpiji bekas untuk diproduksi menjadi beton eser.
Peristiwa sekitar pukul 08.30 itu menimpa Agus Mulyono, 44, warga Dusun Sidomulyo, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi.
Jasad korban dievakuasi ambulans Puskesmas Kupang ke RSUD RA Basoeni, Gedeg. Andik, warga sekitar, mengatakan korban tewas dengan luka parah pada bagian kepala.
"Matanya copot dan mukanya hancur," ujarnya di lokasi menirukan cerita dari karyawan pabrik.
Pantauan di lokasi pabrik, tim Inafis dan Unit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto Kota tiba sekitar pukul 13.00.
Sebelumnya petugas lebih dulu memeriksa mayat korban di rumah sakit.
Sekitar satu jam kemudian, para penyelidik ini keluar dari dalam pabrik yang gerbang masuknya tertutup rapat dan dijaga ketat satpam.
Mereka keluar bersamaan tim dari Polsek Jetis yang sudah lebih dulu di lokasi.
Kanitpidum Satreskrim Polres Mojokerto Kota Ipda Sugianto mengatakan hasil olah TKP sementara menunjukkan, kecelakaan kerja dialami korban saat memotong tabung elpiji 3 kilogram bekas.
Sedianya barang itu akan dilebur untuk diproduksi jadi besi beton eser yang biasa dijadikan rangka cor.
Nahas, saat pemotongan, tabung meledak hebat.
"Korban bagian pemotong bekas tabung elpiji, ternyata meledak. Korban meninggal dengan luka di wajah," jelasnya.
Selain tabung gas elpiji, ada pula tabung nitrogen bekas yang diolah jadi beton eser.
Informasi yang dihimpun, proses pemotongan ini dilakukan dengan alat pemotong otomatis.
Sugianto mengatakan sedikitnya tiga saksi telah dimintai keterangan.
Mereka meliputi teman kerja dan pemilik pabrik.
"Untuk proses penyelidikan selanjutnya masih menunggu apakah ditangani polres atau polsek nanti," tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah