Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Hanya Gempa dan Tsunami, Dampak Megathrust Juga Timbulkan Bencana Lainnya

Imron Arlado • Jumat, 6 September 2024 | 12:55 WIB
Gempa bumi dirasakan warga Aceh dan sekitarnya pada Minggu, 11 Mei 2025.
Gempa bumi dirasakan warga Aceh dan sekitarnya pada Minggu, 11 Mei 2025.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tak hanya gempa dan tsunami yang terjadi ketika Megathrust melanda Indonesia, pakar geologi mengungkap ada deretan bencana lain yang dapat terjadi saat Megathrust.

Megathrust terjadi karena adanya pertemuan antarlempeng tektonik bumi di zona subdiksi. Titik tersebut berada di satu lempeng yang meluncur ke bawah lempeng lain, peristiwa tersebut kerap terjadi di lautan.

Selama ini dampak bahaya dari Megathrust yang banyak disorot hanya berakibat terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami.

Namun, pada penelitian yang dilakukan oleh  Pusat Riset Kebencanaan Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ), Rahma Hanifah sebagai peneliti akhirnya mengungkap ancaman Megathrust tidak hanya gempa dan tsunami raksasa.

Diketahui  Indonesia saat ini berada dalam kepungan 13 zona Megathrust. Hal tersebut dikonfirmasi berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017.

Melihat posisi Indonesia yang disebut rawan terdampak Megathrust tersebut, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mendapat berbagai ancaman dari dampak Megathrust.

Lalu bencana apa saja yang ditimbulkan dari dampak dahsyatnya bencana Megathrust seperti yang disebutkan peneliti BRIN?

  1. Gempa Bumi

Guncangan besar saat Megathrust akan menimbulkan bencana gempa bumi di beberapa wilayah di Indonesia dengan kekuatan Magnitudo 8 hingga 9.

Menurut Rahma, getaran dengan kekuatan dahsyat tersebut akan membuat orang-orang  akan kesulitan berdiri.

“Gempa Megathrust ini akan berkali-kali lipat lebih besar, itu sampai kita akan sulit untuk berdiri, itu yang akan kita rasakan kalau sampai terjadi,” jelas Rahma.

Guncangan besar itu dapat menyebabkan bangunan yang tidak kuat akan dengan mudah hancur lebur. Kondisi tersebutlah yang akan menyumbang besar korban jiwa yang tertimbun reruntuhan saat gempa terjadi.

Oleh karenanya, peneliti BRIN itu mengingatkan kembali akan pentingnya bangunan-bangunan di Indonesia agar didesain tahan gempa.

  1. Tsunami

Bencana alam tsunami kerap dibicarakan akan terjadi ketika gempa Megathrust mengguncang di beberapa wilayah Indonesia. Terutama di daerah pesisir.

Gempa Megathrust dapat menyebabkan terjadinya tsunami dengan ketinggian gelombang lebih dari 20 meter. Hal tersebut dikarenakan asal dari gempa Megathrust berada di dasar laut.

Tingginya gelombang tersebut tentunya akan dengan mudah menyapu daratan sekitar pesisir. Seperti yang diungkap Rahma, bahwasannya energi tsunami saat Megathrust akan sangat kuat.

”Jadi, jangankan 2 meter atau 20 meter, setengah meter aja kalau udah bisa kena selutut kita, kalau kita enggak kuat, itu bisa keseret juga arus tsunami,” tambahnya.

  1. Tanah Longsor

Bencana alam lain yang dapat menjadi ancaman ketika serangan Gempa Megathrust terjadi adalah  tanah longsor.

Khususnya di Pulau Jawa, peneliti BRIN itu menyebut tanah di pulau itu relatif gembur sehingga akan mudah terjadi tanah longsor apabila terjadi gempa bumi.

”Kita kemarin diingatkan gempa Cianjur, Cianjur ini waktu 2022 terjadi longsor, itu bukan pertama kalinya ada longsor di Cianjur karena gempa,” ujar Rahma.

Bahkan tidak hanya gempa di Cianjur saja yang dapat menyebabkan tanah longsor. Rupanya pernah terjadi gempa di Tasik yang ternyata menyeret terjadinya tanah longsor di Cianjur.

  1. Likufaksi

Likufaksi termasuk pada salah satu ancaman bahaya ketika Gempa Megathrust terjadi di Indonesia.

Likufaksi adalah  perubahan material yang padat, dalam hal ini berbentuk endapan atau tanah sedimen yang diakibatkan gempa. Material tersebut dapat berubah menjadi cairan ketika gempa Megathrust melanda.

Laman resmi ITB menjelaskan bahwasannya likuifaksi dapat terjadi pada tanah yang jenuh air. Air tersebut berada di antara pori-pori tanah dan membentuk tekanan air pori.

”Likuifaksi itu kayak tanah yang tiba-tiba jadi kayak lumpur, jadi dia kehilangan daya dukung tanahnya, kalau ada benda berat di atasnya, dia akan amblas ke bawah,” jelas Rahma.

  1. Kebakaran

Dengan kekuatan guncangan yang mencapai Magnitudo 8 hingga 9 saat gempa Megathrust, maka dapat memungkinkan terjadinya kebakaran di wilayah terdampak.

Melihat dari kondisi Jepang ketika terjadi gempa-gempa besar beberapa kali terdapat kasus kebakaran.

”Kalau di Jepang, ini beberapa kali kasus kejadian gempa waktu jam masak, itu gampang sekali kompor jatuh kemudian kalau material sekitarnya mendukung kebakaran rumah itu, itu bisa men-trigger kebakaran,” ungkap peneliti BRIN.

Itulah deretan bencana yang dapat terjadi ketika gempa Megathrust mengguncang Indonesia. HILMY

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#tsunami #gempa megathrust #zona subduksi #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #badan riset dan inovasi nasional #BMKG #brin #dampak megathrust