JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Rabu Wekasan yang jatuh setiap Rabu di akhir Bulan Safar sering dikaitkan dengan berbagai mitos tentang kesialan.
Dalam pandangan Islam, hal tersebut tidak benar. Tidak ada bulan yang membawa kesialan, termasuk Safar.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk kesulitan dan musibah yang mungkin terjadi.
Membaca doa akhir Safar memiliki makna yang mendalam. Pasalnya, bulan ini tidak memiliki sifat khusus yang membawa kesialan, tetapi Islam menganjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan dari segala bentuk kesulitan dan musibah yang mungkin terjadi.
Dengan demikian, membaca doa akhir Safar merupakan cara umat Islam untuk memohon perlindungan dari marabaya serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut contoh doa yang dapat dibaca di akhir Safar antara lain:
Doa perlindungan : ’’Allahumma inni a’udzubika minasy sayithonir rojim, wa a’udzubika rabbana an yushrofuna ba’da idza hadaitana wa jabbar lana min rabbina ra’fan.”
Artinya “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan yang terkutuk, dan aku berlindung kepada-Mu agar engkau tidak menyesatkan kami setelah engkau beri petunjuk kepada kami, dan aku mohon kepadamu ya Rabbku karunia yang luas darimu’’.
Doa tolak bala: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bala yang berat, kecelakaan yang menimpa, ketentuan yang jelek, serta kejahatan musuh yang zalim.”
Doa tersebut bisa menjadi salah satu rujukan bagi umat Muslim saat akhir Safar. (FIA)
Editor : Imron Arlado