Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jadwal Karnaval Maut di Mojokerto Dimajukan, Ambulance Tak Disiapkan di Lokasi

Imron Arlado • Senin, 2 September 2024 | 20:26 WIB
BERUJUNG DUKA: Kemeriahan karnaval memperingati HUT ke-79 RI di Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, kemarin. Seorang peserta meninggal dalam kegiatan ini.
BERUJUNG DUKA: Kemeriahan karnaval memperingati HUT ke-79 RI di Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, kemarin. Seorang peserta meninggal dalam kegiatan ini.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Karnaval di Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Desi Dwi Ernanda, 28.

Ibu satu anak itu meninggal dunia saat mengikuti pawai peringatan HUT RI 17 Agustus pada Minggu (1/9). Belakangan terungkap kegiatan massal tersebut dimajukan dari jadwal sebelumnya.

Karnaval yang sedianya dimulai siang hari mulai pukul 13.00 ini berubah mulai pukul 08.00.

Perubahan jadwal ini, kata lebih dari dua warga yang ditemui, dilakukan lantaran pertimbangan jumlah peserta. Karnaval diikuti ratusan warga dari 27 rukun tetangga (RT).

"Kalau mulai siang bisa sampai malam, makanya dimajukan pagi. Itu saja sampai siang baru sedikit yang sampai finis," ujar salah satu pemilik warung di kompleks Balai Desa Mojolebak sembari menyebut karnaval melewati rute lima dusun.

Masalahnya, perubahan jadwal ini diduga mendadak. Akibatnya, perangkat tenaga kesehatan hingga ambulance yang sedianya bersiaga mulai siang tak tersedia di lokasi.

Walhasil, korban tak mendapat pertolongan maksimal saat mengalami pingsan. "Dia dibawa ke pendapa balai desa, terus di situ sendirian. Sempat sadar, tapi kondisinya lemas," imbuh warga lainnya.

Menurutnya, korban cukup lama berada di balai desa setelah dievakuasi dari tengah pawai. Warga Dusun Ketapang, Desa Mojolebak, itu kemudian baru dibawa menggunakan ambulance Puskesmas Jetis ke rumah sakit namun nyawanya sudah tak tertolong.

"Saya juga menyesal kenapa tidak menghampiri korban pas di balai desa sendirian, terlihat lemas sekali waktu itu," imbuh pemilik warung.

Desi mengenakan kostum berwarna biru dengan aksesori sayap saat pawai berlangsung.

Perempuan yang sehari-hari berjualan gado-gado hingga seblak di rumahnya itu, kata warga, menjadi salah satu maskot grup karnaval sehingga berkostum khusus.

"Dari subuh sudah dandan, terus pakainnya kayak berat gitu. Mungkin kelalahan, apalagi panas," tuturnya.

Kepala Puskesmas Jetis dr Nurcahyati Akbar Kusuma Wardani belum bisa memberi konfirmasi terkait penanganan insiden itu.

"Saya masih ada acara studi banding ke luar kota," katanya singkat saat dihubungi, Senin (2/9) siang.

Pun demikian dengan Kapolsek Jetis Kompol Nanang Sujianto yang tengah mengikuti kegiatan peringatan Hari Polwan di Mapolres Mojokerto Kota.

Sebelumnya, Kades Mojolebak Ahmad Rianto saat ditemui di rumah duka, Minggu (1/9) sore, mengatakan korban diduga memiliki riwayat sakit jantung dan gula darah.

Ia menyebut korban sempat diingatkan agar tak mengikuti karnaval mengingat kondisi kesehatannya tersebut. (adi)

Editor : Imron Arlado
#kecamatan jetis #kabupaten mojokerto #peserta karnaval tewas #mojokerto #karnaval maut #karnaval agustusan