Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Karet Lokal Bisa Digunakan Peredam Dasar Bangunan Terhadap Gempa Megathrust, Begini Kata Pakar ITS

Imron Arlado • Minggu, 1 September 2024 | 13:19 WIB
Webinar Menghadapi Gempa Megathrust dengan Solusi Perkuatan Bangunan
Webinar Menghadapi Gempa Megathrust dengan Solusi Perkuatan Bangunan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kabar mengenai gempa megathrust yang akan melanda Indonesia tidak boleh diabaikan begitu saja. Meski tidak tahu kapan pastinya, masyarakat perlu edukasi terkait mitigasi bencana untuk menyelamatkan diri.

Mitigasi ini sangat berguna untuk disosialisasikan pada masyarakat agar minimnya korban jiwa akibat bencana. Masih banyak evaluasi terkait bencana yang sangat merugikan.

Selain pentingnya mitigasi, infrastruktur bangunan yang kuat juga perlu diperhatikan agar reruntuhan bangunan tidak banyak menimpa warga sekitar.

Dosen Teknik Sipil ITS Prof Tavio, menerangkan bahwa Indonesia telah memiliki Standar Nasional Indonesia ( SNI ) untuk bangunan tahan gempa yang bisa menjadi pedoman pembangunan.

"Harus memenuhi ketentuan detailing sesuai SNI 2847: 2019, semakin tinggi risiko kegempaan suatu daerah, semakin ketat persyaratan pendetailan penulangan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan beban gempa sebagaimana SNI 1726:2019," kata Tavio dalam webinar Menghadapi Gempa Megathrust dengan Solusi Perkuatan Bangunan, Sabtu (31/8/2024).

Tavio menjelaskan, standar tersebit sudah dijelaskan karakteristik material beton dan baja tulangan yang harus digunakan, begitu pun kaidah-kaidah pembangun telah diatur. Sayangnya, standar tersebut hanya digunakan pada gedung bertingkat.

"SNI itu untuk gedung. Kenyataannya di Indonesia gedung hanya untuk sekelompok orang yang tinggal di sana. Sementara di perumahan rakyat pinggiran kota, hingga pelosok, jumlahnya lebih banyak tetapi kurang dilindungi. Masyarakat juga tidak menguasai ilmu teknologi di bidang bangunan," ujarnya

Ia menyampaikan, salah satu konsep yang bisa dikembangkan yakni peredam rumah berbasis karet lokal untuk bangunan, apalagi Indonesia negara penghasil karet alam.

"Dengan penambahan karet di bagian dasar bangunan bisa didapatkan keuntungan dan keamanan yang luar biasa baik selama gempa, penghuni tidak perlu meninggalkan bangunan rumah mereka, tapi juga pasca gempa di mana diperlukan perbaikan minimum berbiaya murah bahkan tidak memerlukan perbaikan sama sekali," tutur Tavio.

Peneliti lainnya dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS, Ahmad Basshofie Habieb juga menyampaikan beberapa rekomendasi untuk mewujudkan rumah atau hunian ramah gempa.

"Bisa diperkuat dengan kawat anyam, paku payung, plester, dan perkuatan dengan bambu untuk bagian dinding. Caranya dengan ambil kulit bambu dan dagingnya, beri lubang dan lakukan metode perekatan antara bambu, batu bata, dan semen," kata Basshofie.

Ia juga menyarankan membuat peredam gempa dengan campuran pasir dan limbah karet untuk diletakkan di tanah yang akan menjadi tempat berdirinya bangunan.

"Gali tanah asli, ganti dengan pasir kerikil dan limbah karet. Jika terjadi gempa, goyangan bisa diredam dengan signifikan," jelasnya.

Beberapa penelitian tersebut bisa menjadi rekomendasi untuk para pelaku konstruksi maupun masyarakat dalam mewujudkan rumah yang tahan gempa.

Seperti yang dikatakan Perekayasa Ahli Utama Balai Hidrolika dan Geoteknik Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Ari Setiadi Moerwanto, bahwa perlu ada paradigma membangun dengan lebih baik dan aman pada kalangan masyarakat.

"Penerapan infrastruktur tahan gempa harus dilakukan pada semua lini pembangunan, disertai dengan sosialisasi, edukasi, dan literasi kepada masyarakat dan pelaku konstruksi," kata Ari. Nailul

 

Editor : Imron Arlado
#Pakar ITS #gempa megathrust #sni #standar nasional indonesia #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat #anti gempa #pupr #BMKG