Kecelakaan berujung maut yang terjadi sekitar pukul 14.00 ini berawal ketika warga Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Pamekasan, tersebut melaju motor Honda Supra X 125 Nopol P 6594 JM dari arah Pesanggrahan menuju Dlanggu.
Mulanya, korban yang berkendara seorang diri melaju dengan kecepatan landai tanpa hambatan.
”Kendaraan roda dua ini jalan dari arah timur menuju barat,” ujar Kapolsek Kutorejo Iptu Agus Hariyanto. Setibanya di lokasi kejadian, korban terpaksa mengerem mendadak.
Setelah korban melihat truk bata ringan nopol S 9904 NG yang dikendarai Ahmad Herman, 35, warga Dusun Tambak Rejo, Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, dari arah Dlanggu menuju Kutorejo masuk ke jalur lawan.
”Truk tanpa muatan yang jalan dari arah sebaliknya tiba-tiba ambil haluan masuk ke jalur lawan,” ungkapnya. Lantaran jarak antara kedua kendaraan terlalu dekat, kecelakaan adu moncong pun tak terelakkan.
Kerasnya benturan membuat motor korban nyungsep ke kolong bagian depan truk. Luka serius di bagian kepala membuat Khoirul tewas seketika di lokasi.
”Pengendara motor terjatuh dan meninggal di tempat,” sebut kapolsek.
Dibantu relawan, jasad korban divakuasi ke kamar jenazah RSUD Sumberglagah Pacet untuk divisum.
Diduga, maut ini dipicu kelalaian sopir truk yang mengemudi tanpa mempertimbangkan kondisi lalu lintas saat sedang menyalip.
”Dugaan sementara, penyebab kecelakaan karena sopir truk kurang mengusai situasi lalu lintas saat menyalip kendaraan didepannya. Untuk penanganan lebih lanjut, kami serahkan ke Unit Laka Lantas Satlantas Polres Mojokerto,” urai Agus.
Kapolsek menambahkan, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan yang juga menimbulkan kerugan materi sekitar Rp 7 juta ini telah diamankan Satlantas. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah