JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pulau Jawa saat ini tengah menghadapi potensi gempa megathrust yang dapat memicu gempa bumi besar.
Potensi ini timbul karena keberadaan zona subduksi yang memanjang di sepanjang pantai selatan Jawa, di mana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Zona subduksi ini adalah salah satu area dengan potensi gempa megathrust tertinggi di Indonesia, mirip dengan yang terjadi di Sumatra dan Selat Sunda.
Jawa Barat juga harus bersiap menghadapi potensi gempa megathrust, dengan banyak kecamatan yang terancam oleh bencana ini.
Salah satu wilayah yang berisiko tinggi adalah Garut Selatan, yang berpotensi terkena dampak besar dari gempa dan tsunami megathrust akibat lokasinya yang berdekatan dengan pantai.
Kemungkinan wilayah Garut ini terkena dibahas dalam penelitian. Salah satunya ialah "Analisis Sistem Peringatan Dini Tsunami di Zona Megathrust Selat Sunda Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional" karangan Wahyu Kurniawan, Daryono, IDK Kerta, Triwinugroho yang dikeluarkan pada 2022.
"Untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh ancaman gempa bumi, dibutuhkan sistem informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang cepat dan akurat. Dengan adanya gempa bumi pada 2 Agustus 2019, Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) langsung merespons dengan mengeluarkan peringatan dini tsunami 1 dengan waktu pengiriman informasi kurang dari 4 menit setelah gempa bumi terjadi," jelas para peneliti.
Dengan memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini, diharapkan dampak dari gempa megathrust yang potensial dapat diminimalisir, serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah rawan bencana seperti Garut Selatan dapat lebih terjaga. SAFFA
Editor : Imron Arlado