JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Selama Agustus, sejumlah wilayah di Indonesia diterpa gempa bumi yang memicu kekhawatiran terjadinya gempa megathrust.
Terlebih, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) telah mengungkapkan kekhawatiran terhadap beberapa zona megathrust yang sudah lama tidak melepaskan energi besarnya. Meskipun beberapa gempa telah terjadi di beberapa zona ini, energi yang dikeluarkan belum sebesar yang diprediksi untuk megathrust.
Gempa-gempa tersebut menimbulkan kekhawatiran mengingat zona megathrust merupakan daerah pertemuan lempeng tektonik yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan gempa berkekuatan tinggi.
Aktivitas seismik yang terjadi berulang kali di wilayah-wilayah ini bisa menjadi indikasi bahwa tekanan di dalam bumi sedang meningkat, dan bila dilepaskan, bisa memicu gempa besar yang berpotensi merusak.
Berikut daftar wilayah yang telah mengalami gempa berulang dan bagaimana kaitannya dengan potensi megathrust.
- Tanimbar Maluku
Wilayah Tanimbar merupakan salah satu daerah yang berada di zona subduksi Mentawai.
Wilayah ini telah mencatat 5 kali sejak dua bulan terakhir dan mengalami aktivitas gempa berulang yang menunjukkan adanya pelepasan energi di sepanjang zona subduksi, yang berpotensi menandakan peningkatan tekanan dan potensi gempa lebih besar di masa mendatang.
Diantaranya 24 Juli dengan kekuatan magnitude 5,4. Lalu pada 28 Juli dengan kekuatan magnitudo 5,6 dan dilanjut tanggal 31 Juli dengan kekuatan magnitudo 5,1 dan 22 Agustus dengan kekuatan magnitudo 5,6, 27 Agustus dengan kekuatan magnitudo terbesar 6.2
- Gunungkidul, Yogyakarta
Wilayah Gunungkidul terletak di sepanjang zona megathrust Jawa-Sunda, yang merupakan salah satu zona subduksi paling aktif dan berpotensi untuk menghasilkan gempa besar di wilayah Indonesia.
Menurut BMKG, gempa ini akan disusul selama 11 kali dengan kisaran kekuatan kisaran terbesar 4,0 magnitudo dan baru terjadi pada 26 Agustus dengan kekuatan magnitudo 5.5
Editor : Imron Arlado