Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

13 Kecamatan di Yogyakarta Terancam Gempa Megathrust, Ini Rinciannya

Imron Arlado • Rabu, 28 Agustus 2024 | 01:05 WIB

 

Ancaman di daerah DI Yogyakarta yang rawan berpotensi gempa dan tsunami Megathrust perlu untuk lebih waspada dan menyiapkan mitigasi sejak dini.   
Ancaman di daerah DI Yogyakarta yang rawan berpotensi gempa dan tsunami Megathrust perlu untuk lebih waspada dan menyiapkan mitigasi sejak dini.  

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Masyarakat wilayah Gunungkidul, Yogyakarta dihebohkan dengan gempa yang telah berlangsung pada Senin malam, (26/8/2024).

Akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memberikan peringatan melalui media sosial usai terjadinya gempa. Dikabarkan bahwa gempa tersebut bersumber pada kedalaman 30 kilometer dengan kekuatan magnitudo 5,8 pada pukul 19.57 WIB.

Sebelumnya, BMKG juga menyebut bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi yang perlu waspada karena termasuk salah satu titik rawan yang rentan terhadap adanya gempa megathrust.

Pasalnya, letak wilayah Yogyakarta ini berada di selatan Pulau Jawa dengan dihimpit oleh Provinsi Jawa Tengah di sebelah barat dan timurnya.

Jika melihat sejarah, provinsi tersebut seringkali mengalami gempa besar yang telah terhitung sebanyak 10 kali sejak tahun 1840 silam.

Daftar gempa besar yang pernah terjadi di Yogyakarta diantaranya, Gempa di tahun 1840, Gempa 1867, Gempa 27 September 1937, Gempa 23 Juli 1943, Gempa 13 Januari 1981, Gempa 25 Mei 2001, Gempa 27 Mei 2006, Gempa 21 Agustus 2010, Gempa 11 November 2015, dan Gempa 28 Juni 2021.

Berdasarkan pemetaan terhadap lokasi gempa yang pernah terjadi sebelumnya, telah tercatat sebanyak 13 kecamatan di Yogyakarta yang rawan berpotensi gempa dan tsunami Megathrust sehingga perlu untuk lebih waspada dan menyiapkan mitigasi sejak dini.

Dari Kabupaten Kulon Progo yang berada di selatan wilayah DI Yogyakarta dan menghadap ke laut selatan Jawa, terdapat empat kecamatan yang harus lebih waspada, diantaranya Kecamatan Temon, Kecamatan Wates, Kecamatan Panjatan, dan Kecamatan Galur.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati telah memastikan bahwa bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang juga berada di kabupaten ini telah dibangun dengan antisipasi Megathrust.

''Yogyakarta International Airport itu sudah disiapkan untuk menghadapi Megathrust. Jadi dibangun insyaallah desainnya dirancang tahan gempa 8,5 magnitudo, itu Megathrust dan elevasinya lebih tinggi dari elevasi tsunami,'' jelas Kepala BMKG, dikutip melalui keterangan tertulis pada Selasa, (27/8).

Selanjutnya, di Kabupaten Bantul terdapat tiga kecamatan yang juga terdeteksi rawan akan ancaman Gempa Megathrust, diantaranya Kecamatan Srandakan, Kecamatan Sanden, dan Kecamatan Kretek.

Diketahui bahwa kabupaten ini memiliki garis pantai yang panjang, hingga terdapat dua tempat wisata yang cukup terkenal di wilayah Yogyakarta, yaitu Pantai Parangtritis dan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Hal ini justru mendapat imbauan keras, lantaran tempat wisata di daerah pesisir pantai lebih perlu disiapkan upaya mitigasinya untuk mengantisipasi adanya bencana.

Enam kecamatan lainnya berada di wilayah administratif Kabupaten Gunungkidul, diantaranya Kecamatan Purwosari, Kecamatan Panggang, Kecamatan Saptosari, Kecamatan Tanjungsari, Kecamatan Tepus, dan Kecamatan Girisubo.

Masyarakat yang berada di wilayah rentan gempa tersebut, diimbau untuk selalu waspada karena gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan hal ini tidak dapat diprediksi dengan pasti kapan terjadinya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan hanyalah mempersiapkan diri untuk selalu siap dan siaga, terutama untuk beberapa wilayah yang termasuk rawan bencana.

Selain itu, untuk Kabupaten lainnya, seperti Sleman meski bukan termasuk ke dalam daftar wilayah rawan, tidak menutup kemungkinan bahwa wilayah tersebut juga akan terdampak potensi bencana yang bisa disebabkan dari adanya Gempa Megathrust, sehingga masyarakat dan pemerintah setempat tetap perlu menyiapkan mitigasinya.

Hal ini juga berlaku bagi wilayah Kota Yogyakarta, meski jarak menuju Pantai Parangtritis, Bantul sejauh 27 kilometer, tidak ada salahnya jika tetap waspada dan siap siaga untuk mencegah adanya korban jiwa atau korban luka-luka ketika bencana datang.

Meskipun demikian, upaya mitigasi harus dilakukan bahkan sebelum dan sesudah bencana terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga diri agar selalu tenang dan tidak panik merupakan salah satu kunci utama agar bisa bertindak cepat dalam situasi darurat. (SALSSS)

Editor : Imron Arlado
#tsunami #gempa bumi #Gempa yogyakarta #gempa megathrust #megathrust adalah #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #BMKG #pantai parangtritis