Kepala Desa Sambiroto Ahmad Farid Ainul Alwin menerangkan, peristiwa yang sempat dikira carok ini terjadi sekitar pukul 08.00.
"Pertengkaran biasa bukan carok, sama-sama warga sini," ujarnya, saat dikonfirmasi di balai desa, Senin (26/8).
Kejadian ini melibatkan Anton, 35, dan Basor, 29. Kedua saling kenal dan warga Desa Sambiroto. Farid menyebut, Anton langsung menghampiri Basor yang datang ke rumahnya.
"Lihat Basor datang, Anton langsung menghampiri bawa pisau. Basor tidak bawa sajam," terangnya.
Melihat Anton bersitegang, Irwanto, kakak Anton, yang saat itu sedang menyembelih ayam spontan menghampiri adiknya sembari membawa parang yang dipegang.
"Irwanto, kakak Anton, ini sedang nyembelih ayam, datang juga sambil bawa parang tapi niatnya mau mendamaikan mereka," kata Farid.
Saat bersitegang, kades menjelaskan, Anton sempat melempar pisau yang dibawa ke arah Basor.
Pisau itu lantas diambil oleh Irwanto yang berusaha melerai keduanya.
"Basor mengalami luka gores di punggung kanannya. Pisau tidak sampai tertancap. Setelah pisau jatuh, diambil Irwanto. Jadi, Irwanto yang bawa pisau dan parang itu dikira warga ada carok," urai kades.
Pertikaian itu langsung didamaikan warga yang berduyun-duyun ke lokasi.
Basor yang alami luka ringan lantas dibawa ke IGD RSI Sakinah.
"Karena tanggungjawab, korban sempat dibawa Irwanto ke rumah sakit. Lukanya tadi satu jahitan saja," sebutnya.
Menurut Farid, peristiwa ini buntut kesalahpahaman antara pelaku dan korban.
Sekitar pukul 00.30 Senin (26/8), Basor datang ke rumah Anton sambil berteriak dan menggeber-geber motornya. Anton yang sempat tersulut emosi mencoba menghampiri namun dilerai ibunya.
"Malamnya itu (Senin 26/8 dini hari), Basor datang dalam kondisi mabuk karena ingat dulunya. Tapi selesai karena Anton dilerai ibunya," papar kades.
Farid menyebut, dalam kondisi mabuk Basor teringat soal hutang piutangnya dengan Anton dua tahun lalu.
"Waktu itu Basor gadaikan HP-nya Rp 300 ribu ke Anton. HP sudah dikembalikan tapi duitnya belum, sampai Basor sempat dipukul sama Anton. Waktu itu juga sudah dibayar. Mungkin karena masih dendam itu," tuturnya.
Hingga akhirnya sekitar pukul 08.00 Senin (26/8), Basor kembali mendatangi rumah Anton untuk meminta maaf atas perbuatannya saat dini hari.
"Basor datang niatnya minta maaf ke Anton dan ibunya, tapi direspons berbeda oleh pelaku," tandas Kades.
Pihaknya lantas memediasi kedua pihak di balai desa. Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Sooko AKP Suwarso membenarkan adanya insiden tersebut.
Menurutnya, peristiwa terjadi akibat dipicu kesalahpahaman akibat utang piutang antarakeduanya dua tahun lalu.
"Jadi waktu itu Anton sempat memukul Basor. Diduga itu yang membuat korban semalam bleyer-bleyer ke rumah pelaku. Paginya mau minta maaf ke ibu pelaku, tapi rupanya ditanggapi lain oleh pelaku," terangnya.
Lantaran sempat menghebohkan dunia maya, peristiwa ini tengah diproses Polsek Sooko.
"Kita proses dulu. Kalau memang bisa mediasi, akan kami selesaikan secara kekeluargaan. Dengan catatan pelaku dan korban sama-sama menyadari, apalagi pelaku dan korban ini kabarnya masih kerabat," tandas kapolsek. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah