Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Daftar Wilayah di Lampung yang Berpotensi Terdampak Tsunami saat Gempa Megathrust, Ini Prediksi BMKG

Imron Arlado • Minggu, 25 Agustus 2024 | 10:39 WIB

 

Kabar tsunami akibat gempa megathrust resahkan warga di beberapa wilayah di pesisir Lampung.   
Kabar tsunami akibat gempa megathrust resahkan warga di beberapa wilayah di pesisir Lampung.  

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menyebut Provinsi Lampung menjadi salah satu titik rawan yang rentan terhadap adanya gempa megathrust.

BMKG telah memberikan peringatan di beberapa wilayah Indonesia, terutama Provinsi Lampung yang daerahnya diprediksi akan berpotensi terdampak bencana tsunami saat gempa megathrust terjadi.

Diketahui bahwa wilayah Indonesia terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga kekuatan magnitudo yang dihasilkan dari gempa megathrust ini sangat perlu dikhawatirkan, karena dapat menyebabkan tsunami besar dan bahkan kerusakan yang meluas.

Hal tersebut disebabkan adanya patahan yang panjang pada zona subduksi sehingga melibatkan area di sekitar titik pusat gempa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung menyatakan, terdapat beberapa zona megathrust di Provinsi Lampung yang telah terdeteksi sebagai wilayah yang berpotensi terancam bencana saat gempa megathrust benar-benar terjadi.

Wilayah yang paling rentan terdampak gempa megathrust ini adalah wilayah yang berada di daerah pesisir seperti Pesisir Barat, Pesisir Tanggamus, Pesisir Pesawaran, Pesisir Lampung Selatan, dan Pesisir Bandar Lampung.

''Pantai barat Lampung, termasuk kawasan seperti Krui hingga Bengkunat, berada di jalur yang berisiko tinggi.

Dalam sejarahnya, wilayah ini pernah mengalami gempa kuat serta tsunami dan potensi ancaman di masa depan tetap ada,'' tulis BMKG Lampung, dikutip dari akun Instagram resminya @bmkglampung pada Sabtu (24/08/2024).

Apabila dilihat dari rekam jejak peristiwa gempa bumi atau tsunami yang telah menimpa Indonesia beberapa tahun silam, seperti Gempa Aceh 2024 dan Gempa Mentawai 2010, cukup untuk menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Gempa-gempa tersebut membawa dampak yang sangat dahsyat hingga mengakibatkan banyaknya korban jiwa dan kerugian material yang cukup besar.

Tentunya, hal ini memberitahukan bahwa masyarakat harus menghadapi ancaman tersebut dengan tidak panik. Namun, tetap memperkuat kesiagaan dan kesiapan mulai dari sekarang, karena kita tidak tahu pasti kapan gempa besar datang.

''Gempa besar mungkin terasa seperti ancaman yang tidak terlihat, tetapi sejarah mengingatkan kita bahwa bahaya itu nyata dan selalu mengintai, Wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara terus berada dalam risiko,” ungkap BMKG Lampung,

Menanggapi persoalan ini, BPBD Lampung telah mengambil langkah antisipasi dengan melakukan beberapa upaya mitigasi untuk menghadapi kemungkinan bencana tersebut.

Apabila gempa besar terjadi, masyarakat harus tahu dan menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Terutama, masyarakat yang tinggal di pesisir akan memiliki resiko besar saat gempa bumi berlangsung.

 Baca Juga: Hasil Penelitian, 22 Kecamatan di Jawa Barat, Banten, dan Lampung Ini Terancam Gempa Megathrust

''Pastikan untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang, dan tetap tenang serta waspada terhadap gempa susulan. Mempersiapkan diri dengan rentang evakuasi sebelumnya bisa menyelamatkan nyawa anda dan keluarga,” tutur BMKG Lampung.

Selanjutnya, BMKG juga telah melakukan peringatan dini yang dapat menyelamatkan nyawa melalui pengembangan dan pengoperasian teknologi yang dapat memantau aktivitas seismik secara realtime.

BMKG mengajak masyarakat untuk saling mengedukasi dan meningkatkan kesadaran mengenai ancaman gempa dan tsunami sebagai langkah penting dalam mengurangi dampak bencana.

''Semua pihak harus bergerak bersama-sama. Saling mengedukasi daa saling bekerja sama untuk menghindari korban jiwa ketika terjadi bencana baik gempa bumi maupun tsunami,” imbau BMKG. (SALSSS)

 

 

Editor : Imron Arlado
#tsunami #badan penanggulangan bencana daerah #gempa megathrust #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #provinsi lampung #bandar lampung #BMKG #bpbd