Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Genangan Air Tsunami Bisa Setinggi 26 Meter di Wilayah Ini Jika Terjadi Gempa Megathrust

Imron Arlado • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 10:26 WIB

Tiga Kecamatan di wilayah Cianjur Selatan rawan berpotensi tsunami saat Gempa Megathrust terjadi. Radarjabar
Tiga Kecamatan di wilayah Cianjur Selatan rawan berpotensi tsunami saat Gempa Megathrust terjadi. Radarjabar
 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Jumat (23/8/2024), mengimbau masyarakat Cianjur Selatan untuk lebih siaga terhadap bencana gempa megathrust.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusuma Wijaya menyatakan terdapat tiga kecamatan di wilayah Cianjur Selatan telah terdeteksi sebagai wilayah yang berpotensi terancam bencana tsunami dengan ketinggian air setinggi 18-26 meter saat gempa megathrust melanda pantai selatan Cianjur.

’’Sesuai dengan peta dari BMKG, apabila bencana tsunami tersebut terjadi dan semoga saja tidak, genangan atau ketinggan air bisa mencapai setinggi 18 meter hingga 26 meter,’’ ungkap Asep.

BPBD mengimbau masyarakat Cianjur, terutama warga pesisir selatan agar dapat menghadapi ancaman tersebut dengan tidak panik, meskipun masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terancam bencana saat gempa megathrust.

Selain itu, BPBD juga mengimbau untuk tetap memperkuat kesiagaan dan kesiapan mulai dari sekarang. Terlebih ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana, karena tidak tahu pasti kapan gempa besar tersebut datang.

''Berdasarkan peta bahaya tsunami yang diperoleh dari BMKG terdapat tiga wilayah yang berpotensi terdampak bencana tsunami, Kecamatan Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta dimana terdapat 18 desa, sehingga warga diminta untuk waspada," katanya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa apabila tsunami yang disebabkan gempa megathrust ini terjadi, maka besar kemungkinan akan membuat kerusakan sejumlah pantai di Cianjur Selatan. Di antaranya Pantai Cemara, Jayanti, Batukumbung, Suliwa, dan Cipandak.

’’Apabila tsunami setinggi 20 hingga 26 meter. Maka genangan air dari bibir pantai hingga ke darat dapat mencapai belasan kilometer terutama di daerah dekat sungai,’’ jelasnya.

Asep memastikan, pihaknya telah menggerakkan sekitar 90 orang Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sepanjang pesisir pantai selatan sebagai upaya mitigasi dalam melakukan pemantauan, pelaporan, dan tindakan siaga dalam mengevakuasi warga saat bencana alam tsunami benar-benar terjadi.

Sebelumnya, pemerintah daerah melalui BPBD Cianjur, juga telah memasang sejumlah rambu atau jalur evakuasi di beberapa titik terutama sepanjang bibir pantai selatan yang membentang di tiga kecamatan.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan simulasi bencana alam tsunami di ketiga wilayah yang berpotensi tersebut supaya warga memiliki kesiapan untuk menghindari bencana alam.

''Termasuk memberikan pelatihan dan kesiapsiagaan pada warga di sepanjang pesisir selatan terkait antisipasi dan penanganan cepat ketika terjadi bencana termasuk melakukan evakuasi melalui jalur yang sudah dinilai aman dari jangkauan tsunami di setiap kecamatan," tuturnya.

Asep menambahkan, bahwa pihaknya telah memastikan alat peringatan tsunami yang telah dipasang oleh BMKG di pantai selatan akan berbunyi jika bencana terjadi, sehingga masyarakat dapat segera menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi.

''Sedangkan untuk alternatif lainnya, apabila alat peringatan tsunami mengalami kendala, maka Retana dan aparat setempat akan memberikan peringatan melalui pengeras suara yang ada di masjid setempat," katanya. (SALSSS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#tsunami #gempa megathrust #Pantai Selatan Cianjur #jawa barat #Badan Penanggulangan Bencana #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #Kabupaten Cianjur #BMKG #bpbd