Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Target Zero Victims, BMKG Operasikan 533 Sensor Seismik di Jalur Megathrust

Imron Arlado • Jumat, 23 Agustus 2024 | 10:34 WIB
Peta zona Megathrust Mentawai-Siberut, Megathrust Selat Sunda, dan 11 zona megathrust lainnya di wilayah Indonesia (Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG)
Peta zona Megathrust Mentawai-Siberut, Megathrust Selat Sunda, dan 11 zona megathrust lainnya di wilayah Indonesia (Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) telah mengoperasikan 533 sensor seismik di sepanjang jalur gempa megathrust di Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati, menjelaskan sensor-sensor ini tersebar mulai dari ujung barat Sumatera, selatan Jawa, hingga Laut Banda.

’’Semuanya disiapkan menghadap paralel gempa megathrust. Diharapkan dengan sensor ini, saat terjadi gempa, informasi mengenai magnitudo, posisi, kedalaman, dan potensi tsunami dapat segera diketahui secara otomatis," ujar Dwikorita.

Peningkatan jumlah sensor seismik ini signifikan dibandingkan dengan tahun 2004, saat gempa dan tsunami Aceh terjadi, di mana hanya ada 20 sensor seismik yang beroperasi.

’’Kami belajar dari pengalaman tersebut dan kini menyiapkan lebih banyak sensor untuk mendeteksi gempa dengan lebih akurat,’’ tambah Dwikorita.

Dengan adanya 533 sensor seismik ini, BMKG berharap dapat memberikan informasi dini yang lebih cepat dan akurat, sehingga masyarakat dapat melakukan evakuasi dengan lebih efektif dan mengurangi jumlah korban. ’’Zero victims (nol korban) adalah target kami,’’ tegas Dwikorita.

Gempa megathrust adalah gempa bumi yang terjadi di zona subduksi, yaitu wilayah di mana salah satu lempeng tektonik bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya.

Zona ini biasanya memiliki sudut tukik yang landai dan terletak di pertemuan antar lempeng tektonik.

Gempa megathrust dikenal sebagai gempa bumi interplate, yang berarti terjadi di antara dua lempeng tektonik.

Gempa ini biasanya memiliki magnitudo yang sangat besar dan dapat menyebabkan tsunami jika terjadi di bawah laut.

Contoh gempa megathrust yang terkenal adalah gempa dan tsunami Aceh pada 2004.

Nah, Indonesia memiliki beberapa zona megathrust yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk di sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara.

Zona-zona ini berpotensi menimbulkan gempa besar yang dapat berdampak signifikan pada wilayah sekitarnya.

BMKG menyatakan, potensi gempa bumi megathrust di Indonesia bisa terjadi sewaktu-waktu.

Meski saat ini belum ada indikasi bahwa gempa besar akan segera terjadi. BMKG juga menyebutkan, gempa kecil yang terjadi pada 8 Agustus 2024 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan.

Berikut 16 zona gempa bumi yang terdampak gempa megathrust di Indonesia:

  1. Segmen Aceh-Andaman
  2. Segmen Nias-Simeulue
  3. Segmen Kepulauan Batu
  4. Segmen Mentawai-Siberut
  5. Segmen Mentawai-Pagai
  6. Segmen Enggano
  7. Segmen Selat Sunda Banten
  8. Segmen Selatan Jawa Barat
  9. Segmen Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur
  10. Segmen Selatan Bali
  11. Segmen Selatan NTB
  12. Segmen Selatan NTT
  13. Segmen Laut Banda Selatan
  14. Segmen Laut Banda Utara
  15. Segmen Utara Sulawesi
  16. Segmen Subduksi Lempeng Laut Filipina

Zona-zona ini mencakup wilayah-wilayah seperti Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumba, Sulawesi, dan Papua.

Editor : Imron Arlado
#sumatera #papua #tsunami aceh #bali #gempa megathrust #selatan jawa #sensor seismik #sulawesi #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #nusa tenggara #Laut Banda #lombok #selat jawa #BMKG #dwikora karnawati