JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono baru-baru ini menanggapi persoalan mengenai gempa megathrust dan mitigasi jika terjadi gempa besar.
Isu mengenai gempa megathrust ini telah dikonfirmasi langsung oleh selaku Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Daryono.
Meski belum diketahui kapan terjadinya gempa ini, Daryono mengatakan bahwa Indonesia perlu waspada dan selalu siap siaga terhadap potensi gempa megathrust yang telah lebih dulu melanda Jepang dengan skala magnitudo 7,1.
Gempa megathrust yang telah melanda Jepang dengan skala besar, justru menimbulkan rasa khawatir pada masyarakat Indonesia.
Terlebih lagi, gempa megathrust dapat memicu potensi gelombang tsunami besar hingga menyebabkan kerusakan parah.
Basuki mengungkapkan, semua bangunan gedung dan jalan tol yang telah digarap oleh pihak Kementerian PUPR telah lolos uji tahan dan tidak akan berdampak pada gempa.
''Kalau megathrust itu kita kan, bangunan-bangunan yang sudah dibangun apalagi tol, bangunan tinggi di Jakarta itu pasti sudah dengan hitungan tahan gempa 1.000 tahunan sekarang yang SNI yang baru,'' ungkap Basuki dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (22/8).
Namun, meskipun telah memastikan bahwa bagunan dan tol yang telah dikerjakan tersebut tahan gempa, Basuki tidak dapat meyakini apakah uji coba tahan gempa sesuai SNI terbaru tersebut, mampu menahan getaran dahsyat yang disebabkan dari megathrust.
Hal tersebut juga dijelaskan Basuki, sejauh ini Kementerian PUPR tidak dapat memprediksi seberapa besar potensi kekuatan yang dipicu gempa megathrust jika terjadi di Indonesia.
'’Yang dibangun dengan itu, tergantung nanti kita nggak tahu gempa megathrust berapa kekuatannya,’’ jelasnya.
Selanjutnya, ia hanya mengatakan bahwa bangunan dan jalan tol yang telah dikerjakan tersebut sudah lebih dulu dilakukan uji tahan gempa sebelum beroperasi.
Basuki memberitahukan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan dana atau anggaran yang dialokasikan secara khusus untuk upaya memitigasi adanya potensi gempa megathrust termasuk pada infrastruktur gedung dan tol yang dikerjakan PUPR.
’’Antisipasinya apa, (anggarannya) untuk apa? Antisipasinya apa? Antisipasi untuk megathrust pada saat mendesain bangunan itu dengan SNI tahan gempa 1000 tahunan. (Tetapi) tergantung nanti Megathrust kekuatannya berapa,’’ terang Basuki.
Di sisi lain, Dwikorita Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menuturkan kepada pemerintah daerah untuk segera menyiapkan tata ruang yang aman dan mampu menampung masyarakat.
Hal ini sebagai bentuk upaya mitigasi jika gempa megathrust yang disebutkan akan melanda Indonesia ini terjadi.
''Bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemerintah daerah sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang mengakibatkan tsunami. Pemerintah daerah itu sudah diajak bersama-sama menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan sistemnya, adakah jalur evakuasi nya, adakah tempat shelter evakuasi,'' tegas Dwikorita dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (22/8).
Selain itu, ia juga meminta supaya zona-zona rawan seperti daerah dekat laut dan pantai untuk segera dikosongkan dan tidak diperbolehkan untuk mendirikan banyak bangunan.
Jika sampai terdapat bangunan, diharapkan untuk siap menghadapi guncangan Megathrust yang mampu tahan hingga kekuatan 8,5 magnitudo. (SALSA)
Editor : Imron Arlado