JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Wilayah Jawa Barat menghadapi ancaman serius karena berada dekat dengan zona subduksi megathrust yang dapat memicu gempa besar.
BMKG juga telah mengidentifikasi beberapa wilayah di Jawa Barat yang berpotensi terdampak gempa megathrust. Jika gempa ini terjadi, diperkirakan akan menimbulkan kerusakan parah dan berpotensi memicu tsunami.
Informasi mengenai 11 wilayah yang terdampak megathrust ini, diungkap oleh peneliti Rike Nainitania dan Denny Darmawan dalam jurnal mereka yang terbit pada tahun 2021.
Riset berjudul "Analisis Zona Genangan Tsunami akibat Gempa Bumi Megathrust di Selatan Pulau Jawa" tersebut dipublikasikan di Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya.
Berdasarkan penelitian mereka, wilayah yang diprediksi terkena dampak megathrust meliputi 11 kecamatan berikut:
-
Kecamatan Taraju
-
Kecamatan Sodonghilir
-
Kecamatan Cibalong
-
Kecamatan Salopa
-
Kecamatan Bojonggambir
-
Kecamatan Bantarkalong
-
Kecamatan Karangnunggal
-
Kecamatan Cikalomas
-
Kecamatan Pancatengah
-
Kecamatan Cipatujah
-
Kecamatan Cikalong
Kesebelas kecamatan tersebut berada di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami.
Penelitian ini juga mencatat data tentang ketinggian gelombang tsunami dari gempa yang terjadi pada tahun 1994 yang mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa.
Berdasarkan data tersebut Ketinggian gelombang tsunami terbesar untuk gempa dengan magnitudo 7 Mw terletak pada pesisir Kabupaten Tasikmalaya yaitu 0,61 meter.
Sedangkan untuk magnitudo 9 Mw, nilai tertinggi terletak pada Kabupaten Tasikmalaya dengan ketinggian gelombang mencapai 10 meter.
Adanya informasi ini diharapkan risiko yang ditimbulkan oleh gempa megathrust dapat diminimalisir oleh beberapa upaya dari pemerintah dan mitigasi dari masyarakat agar dapat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana. SAFFA
Editor : Imron Arlado