Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ukur Kekuatan Gempa, BMKG Gunakan Magnitudo Bukan Skala Richter. Ini Bedanya

Imron Arlado • Kamis, 22 Agustus 2024 | 11:26 WIB
Ukur Kekuatan Gempa, BMKG Gunakan Magnitudo Bukan Skala Richter. Ini Bedanya. (Antara)
Ukur Kekuatan Gempa, BMKG Gunakan Magnitudo Bukan Skala Richter. Ini Bedanya. (Antara)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Istilah magnitudo kerap muncul sejak sepekan terakhir. Menyusul mencuatnya kabar gempa megathrust yang akan terjadi di Indonesia. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menggunakan istilah magnitudo sejak 2008 lalu. Sebelumnya, lembaga ini mengukur kekuatan gempa bumi menggunakan skala Richter.

Pergantian tersebut karena skala magnitudo dinilai lebih akurat untuk mengukur kekuatan gempa.

Richter mengukur kekuatan gempa memakai amplitudo, padahal amplitudo tidak menggambarkan energi lengkap dari gempa.

Sementara Magnitudo memiliki cara pengukuran berdasarkan sensor frekuensi broadband 0.002-100 Hz.

Perbedaan utama antara magnitudo dan skala richter terletak pada cara mereka mengukur kekuatan gempa:

Magnitudo

  1. Pengukuran Energi

Magnitudo mengukur total energi yang dilepaskan oleh gempa. Ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kekuatan gempa secara keseluruhan.

  1. Rentang Frekuensi

Magnitudo menggunakan sensor frekuensi broadband (0.002-100 Hz), yang memungkinkan pengukuran yang lebih akurat dan konsisten.

  1. Penggunaan Global

Magnitudo dapat diterapkan untuk gempa di seluruh dunia, tidak terbatas pada wilayah tertentu.

Skala Richter

  1. Pengukuran Amplitudo

Skala Richter mengukur amplitudo gelombang seismik, yaitu simpangan terjauh dari titik keseimbangan getaran.

  1. Keterbatasan Lokasi

Skala Richter awalnya dirancang untuk gempa di California dengan instrumen tertentu, sehingga kurang akurat untuk gempa di lokasi lain.

  1. Keterbatasan Ukuran

Skala Richter kurang akurat untuk gempa besar (di atas 6.0), karena tidak dapat menggambarkan energi lengkap yang dilepaskan.

 Baca Juga: Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Selat Sunda Bisa Picu Gempa Megathrust, BMKG Keluarkan Warning

Dengan menggunakan Magnitudo, BMKG dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan tentang kekuatan gempa yang terjadi.

 

 

Editor : Imron Arlado
#skala richter #sumatera #gempa megathrust #perbedaan skala richter dan magnitudo #magnitudo #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #BMKG #Jawa Timur