Keduanya telah dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk mendapat penanganan.
Insiden meresahkan itu awalnya dilaporkan warga melalui call enter 112 Kota Mojokerto pukul 16.22.
Dalam laporannya, pelapor menyatakan adanya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk di rumahnya sendiri di Jalan Wates Gang IV.
Pelapor juga menyebut jika ODGJ itu sudah memukul ibunya sehingga terluka di kepala.
Laporan permintaan evaluasi itu kemudian PMI, PSC, dan satpol PP. Petugas lantas mengevakuasi pria yang mengalami gangguan jiwa dari kamarnya.
"Dia berontak dan berusaha melawan terus, terpaksa diikat," kata Andik, petugas satpol yang ikut dalam evakuasi.
Menurutnya, saat tiba di lokasi, rumah dalam kondisi tertutup.
Saat itu, ibu dari pria ODGJ telah dibantu warga sebelum akhirnya diberi penanganan darurat oleh PMI dan PSC. "Belum pasti ya memukulnya itu pakai apa," imbuh dia.
Andik menyatakan, berdasarkan cerita warga, pria ODGJ dengan usia sekitar 30 tahun itu pernah dirawat di rumah sakit jiwa.
Namun, belakangan ia kembali pulang karena dianggap sudah sembuh. "Tapi ini kumat lagi, ngamuk-ngamuk," tandasnya.
Proses evakuasi ODGJ dari rumahnya ini diwarnai drama. Pasalnya, pria tersebut terus berusaha melawan petugas.
Terlebih dia disebut sering menggunakan pisau hingga batu untuk memukul orang.
Sampai akhirnya, petugas memutuskan mengikat kaki dan tangannya dengan kain.
Upaya evakuasi ini turut disaksikan puluhan warga. Si ODGJ dan ibunya kemudian dibawa ke RSUD. Sekitar pukul 18.00, keduanya berada di ruang IGD untuk menjalani perawatan. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah