Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kibarkan Merah Putih 1000 Meter di Puncak Gunung Penanggungan

Martda Vadetya • Minggu, 18 Agustus 2024 | 12:25 WIB

 

NASIONALISME: Para pendaki menggelar upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter di puncak Gunung Penanggungan, Sabtu (17/8).
NASIONALISME: Para pendaki menggelar upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter di puncak Gunung Penanggungan, Sabtu (17/8).
  

KABUPATEN – Ada yang tidak biasa di Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (17/8).

Bendera merah putih dengan panjang 1.000 meter berkibar di puncak ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Hal ini seiring dengan digelarnya upacara peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan  RI di Puncak Pawitra, sebutan Gunung Penanggungan tersebut.

Meski berada di atas ketinggian, upacara yang berlangsung sekitar pukul 07.00 ini tetap khidmat. Sedikitnya, sekitar 1.000 pendaki dari berbagai daareh turut andil menjadi peserta upacara.

”Untuk tahun ini kita bentangkan bendera sepanjang 1.000 meter yang dibantu dengan partisipasi (ribuan) pendaki lainnya,” ujar Novita Eka, anggota Team Stress Adventure (TSA). 

 Selain memeringati hari kemerdekaan, lanjut Novita, upacara di Puncak Pawitra sekaligus memupuk rasa nasionalisme para pendaki.

”Untuk upacara seperti ini sudah delapan kali kita laksanakan bersama pendaki lainnya. Yang mana, setiap tahun panjang benderanya bertambah dari 500 meter sekarang 1000 meter,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Tim SAR Penanggungan Nur Aini mengatakan, setidaknya sekitar 100 personel relawan gabungan disiagakan untuk mengawal gelaran upacara di puncak Gunung Penanggungan.

”Selain dari kami (SAR Penanggungan), juga dibantu dari LPBI NU, Welirang Community Rescue dan kelompok relawan lainnya,” terangnya.

Dia menjelaskan, ratusan personel disebar di delapan jalur dan pos pendakian. Baik di wilayah Mojokerto maupun Pasuruan. Tujuanya, tak lain untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

”Supaya para pendaki ini aman dari berangkat sampai pulang nanti. Kita terus antipasi adanya pendaki yang ketinggalan rombongan maupun yang tersesat atau cedera,” urai Cak Rul, sapaan karibnya.

Mayoritas para pendaki mulai naik menuju Puncak Penanggungan sejak Jumat (16/8) dan turun dua hari setelahnya, Minggu (18/8).

Pihaknya berharap, ribuan pendaki kembali turun dengan selamat selama menelusuri jalur pendakian di salah satu gunung yang disakralkan masyarakat Majapahit tersebut.

”Banyak juga yang turun pas tanggal 17 Agustus ini. Istilahnya tektokan naik malam hari langsung pulang (besok) sorenya,” tandasnya. (vad/ris)

 

 

 

 

 

  

 

 

Editor : Imron Arlado
#upacara bendera #hut ri #kemerdekaan 17 agustus #gunung penanggungan