JPRM - Selebgram sekaligus atlet anggar, Cut Intan Nabila, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah video yang mengungkapkan bahwa suaminya telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) viral.
Sebelum video tersebut menjadi viral dan menarik perhatian publik, Cut Intan Nabila sebenarnya telah memberikan beberapa isyarat dan tanda-tanda tentang masalah serius dalam rumah tangganya.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Cut Intan Nabila mencoba menyampaikan pesan-pesan tersirat yang sayangnya banyak terlewatkan oleh para pengikutnya. Berikut adalah beberapa foto terkait:
- Kode Tangan Lebam
(Gambar tangan lebam)
Dalam salah satu unggahannya di Instagram, Cut Intan Nabila terlihat menyusun ASI di atas meja. Banyak netizen yang tertuju pada tangan Cut Intan yang tampak lebam dengan ruam hitam di bagian bawah tangan.
- Kode Empat Jari
Dalam video yang sama, terlihat Cut Intan Nabila menekuk jarinya membentuk angka empat saat ia menyusun ASI. Kode empat jari ini dikenal sebagai sinyal untuk meminta bantuan saat seseorang berada dalam situasi bahaya.
- Video Tren TikTok
Cut Intan Nabila sempat mengikuti tren video TikTok dengan mengeluh tentang hidup kepada Yura Yunita dengan soundtrack lagu "Risalah Hati."
Dalam video tersebut, ia menulis, "Maaf Yura, aku gabisa." Meskipun video tersebut bisa memiliki berbagai makna, banyak netizen yang mengira itu merujuk pada permasalahan rumah tangganya.
- Komentar Cut Intan Nabila
Cut Intan Nabila pernah membuat video kontroversial yang membahas tentang mengikhlaskan suaminya diambil orang. Meskipun video tersebut hanya sebatas konten, video ini menuai banyak hujatan.
Cut Intan Nabila membalas komentar-komentar tersebut dengan menjelaskan bahwa video tersebut hanya konten dan dia berharap dijauhkan dari orang-orang pengkhianat.
Ia juga mencurahkan tentang kehidupannya yang sulit dan menyatakan bahwa video tersebut adalah cara untuk melepaskan penat. Dia menutup komentarnya dengan sopan, menyatakan bahwa ia akan mempertimbangkan konten-konten yang akan diunggah di masa depan. (Saffa)
Editor : Hendra Junaedi