Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Inilah Deretan Polisi yang Akhiri Hidupnya dengan Aksi Bunuh Diri, dari Gantung Diri hingga Tembak Kepala

Imron Arlado • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:21 WIB
Kompol Maryoko bukan fenomena baru. Inilah deretan anggota kepolisian yang melakukan aksi bunuh diri.
Kompol Maryoko bukan fenomena baru. Inilah deretan anggota kepolisian yang melakukan aksi bunuh diri.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri bukan kali pertama terjadi di korps Bhayangkara.

Beberapa alasan polisi yang memutuskan bunuh diri karena diduga terbelit masalah pribadi bukan ada masalah institusi, namun tetap saja peristiwa tersebut akan selalu menggendong nama instansi kepolisian.

Kematian Kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto itu akan menjadi daftar tambahan kasus polisi yang bunuh diri sepanjang 2024.

  1. 1. Anggota Satlantas Polres Kota Manado

Brigadir Ridhal Ali, anggota Satlantas Polresta Manado ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kepala tertembak karena ditemukan pistol jenis HS yang memiliki kaliber 9 milimeter.

Kejadian tersebut terjadi pada 25 April 2024 di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Anggota Satlantas tersebut ditemukan tewas di dalam sebuah mobil Alphard.

  1. Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah

Kompol Tumanggor, seorang anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah yang melakukan aksi nekat bunuh diri pada 4 April 2024.

Polisi ini mengakhiri hidupnya dengan menembakkan senjata api di bawah dagu hingga tembus tengkorak kepala.

Aksi tragis itu dilakukan Kompol Tumanggor di garasi mobil saat pagi hari di Asrama Akademi Kepolisian (Akpol) Blok K-13 Gajahmungkur, Kota Semarang.

  1. Anggota Satuan Samapta Polres Wonogiri

Bripda MR, salah satu anggota Satuan Samapta Polres Wonogiri  memilih bunuh diri di usianya yang masih 22 tahun.

Aksi bunuh diri itu dilakukannya dengan gantung diri di belakang pintu kamar dengan posisi terdapat tali yang mengikat lehernya.

Personel pasukan Power of Hand  yang disiapkan untuk pengamanan Pemilu 2024 itu diketahui tewas pada hari Selasa 9 Januari 2024 di Barak Dalmas Polres Wonogiri.

  1. Ajudan Wakapolres Sorong, Papua Barat Daya

Bripda NRN, seorang anggota polisi yang merupakan ajudan Wakapolres Sorong, Kompol Emmy Fenetiruma. Ia ditemukan meninggal dunia di rumah dinasnya, Kilometer 24, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa 16 Juli 2024.

Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri. Awal mulanya sang adik diberi kabar tetangga Bripda NRN yang curiga dengan Bripda NRN karena tak kunjung keluar rumah padahal sedang memanaskan mobil.

Setelah kedatangan adik kandungnya, tetangga Bripda NRN dan adik kandungnya bersama-sama menggeledah rumah. Dan ditemukan Bripda telah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Hilmy Hidayana

Editor : Imron Arlado
#polda jateng #papua barat daya #polisi bunuh diri #Polres Mojokerto #kapolsek gantung diri #Polsek Prajurit Kulon #polisi gantung diri #Polres Manado #kasatreskrim polres mojokerto kota #gantung diri #kapolsek #Polres Wonogiri