JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Semasa hidup, Kompol Maryoko tercatat menduduki sejumlah jabatan strategis.
Sebelum menjabat kapolsek Prajurit Kulon, Maryoko sempat berkarir sebagai perwira mulai dari Kanitreskrim Polsek Tarik, Sidoarjo. Kemudian, ia pindah ke Polsek Waru Sidoarjo, dan Polda Jatim.
Pada 2014, dia menjabat Kasatreskrim di Polres Ngawi. Lalu, pada 2016, ia menjabat kasatreskrim Polres Mojokerto Kota.
Selama dua tahun menjabat, Maryoko kemudian dimutasi ke jabatan yang sama ke Polres Ponorogo.
Di Kota Reog ini, Maryoko hanya menjabat selama setahun 8 bulan lalu dimutasi Polda Jatim dan menjabat panit II unit IV Subdit I Distreskrimum.
Pada 2022, dia kembali bermarkas di Polres Mojokerto Kota, namun dengan pangkat yang naik satu strip, yakni komisaris polisi dengan jabatan kabagops. Pada September 2023, dia dipindahtugaskan sebagai kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Diketahui, tewasnya Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko, usai bunuh diri, Minggu (11/8) siang di rumahnya, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten meninggalkan duka mendalam.
Selama berkarir di Polres Mojokerto Kota, polisi berpangkat melati satu ini dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak neko-neko. Meski akhir-akhir ini fisiknya melemah dan sering sakit-sakitan, namun Maryoko selalu ingin tampil maksimal, khususnya di hadapan pimpinan.
Saat dikabarkan tewas, banyak anggota polisi yang tak menyangka jika bapak dua anak ini nekat mengakhiri hidup dengan cara tak wajar.
Informasi yang dihimpun, Maryoko kerap mengeluh sakit yang luar biasa. Terutama setahun terakhir sejak dimutasi dari kabagops menjadi kapolsek September 2023 lalu.
Dadanya sering sesak dan nafas yang kurang teratur. Tak hanya itu, dia juga kerap mengalami pusing karena mengidap hipertensi.
Sempat dua kali mengalami serangan stroke sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif dari tim medis.
Editor : Imron Arlado