JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Baru-baru ini, dunia bisnis skincare di Indonesia dihebohkan dengan berita pecah kongsi antara dua founder MS Glow, Maharani Kemala dan Shandy Purnamasari.
Rumor mengenai perpecahan ini mulai ramai dibahas setelah Maharani Kemala mengungkapkan melalui komentar di konten TikTok pribadinya bahwa ia bukan lagi menjabat sebagai owner MS Glow.
"Maaf, bukan owner MS Glow," tulis Maharani Kemala ketika menjawab komentar netizen di TikTok, dilansir pada Rabu (7/8).
Komentar tersebut segera menjadi perbincangan hangat dan trending di media sosial.
Netizen tidak segan-segan mempertanyakan hal tersebut melalui komentar di akun pribadi Maharani dan Shandy, menanyakan alasan di balik perpecahan brand skincare yang telah terkenal selama bertahun-tahun ini.
Menanggapi situasi ini, Maharani Kemala pada 9 Agustus mengeluarkan klarifikasi. Dalam unggahannya, wanita asal Bali tersebut menjelaskan bahwa dirinya tidak lagi berhak atas merek MS Glow dan mengumumkan pengunduran dirinya dari brand tersebut.
Keputusan ini diambil setelah menerima surat pemutusan sepihak dari manajemen Shandy Purnamasari dan Gilang Widya Pramana (PT. Kosmetika Cantik Indonesia).
Unggahan tersebut menimbulkan berbagai reaksi di kalangan netizen dan pelanggan setia MS Glow. Banyak yang menyayangkan dan menyemangati Maharani terkait Keputusan sepihak pecah kongsi tersebut.
Sementara itu, Shandy Purnamasari dan Gilang Widya Pramana, selaku pihak manajemen yang baru, belum memberikan pernyataan resmi terkait berita pecah kongsi brand skincare MS Glow.
Saat ini, MS Glow secara resmi berada di bawah naungan perusahaan yang dikelola oleh Shandy Purnamasari dan Gilang Widya Pramana, sementara perusahaan Maharani, Urban Asia Industri, memutuskan untuk meluncurkan merek kosmetik baru.
Hingga saat ini, kejelasan resmi mengenai langkah selanjutnya dari pihak Shandy Purnamasari dan Gilang Widya Pramana masih belum diumumkan.
Publik masih menunggu informasi lebih lanjut tentang bagaimana mereka akan mengelola MS Glow ke depan dan bagaimana transisi ini akan mempengaruhi keberlanjutan serta perkembangan brand tersebut. (Saffa)
Editor : Imron Arlado