Kebakaran mobil Toyota Kijang nopol S 1109 PE milik Abdur Rohman, warga Pasuruan, ini terjadi sekitar pukul 13.30.
Saat itu, Rohman yang mengemudi seorang diri hendak isi bahan bakar minyak (BBM).
"Mobilnya masuk antrean, belum sempat isi bensin," ujar Suwarno, operator SPBU.
Saat mengantre, operator dan warga dikejutkan setelah melihat adanya percikan api yang dibarengi letupan di bawah kap mesin mobil.
"Terus ada yang teriak mobilnya terbakar di bawah (kap mesin) itu," terangnya.
Sontak para pengunjung dan para operator SPBU dibuat panik. Pasalnya, kobaran api terus membesar.
Operator SPBU lantas berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR).
"Karena api tidak kunjung padam, saya inisiatif dorong mobilnya mundur menjauh dari pompa bensin. Aparnya bisa dipakai, tapi nggak ngatasi," beber pria paro baya ini.
Kobaran api yang terus membesar membuat pihak SPBU melapor ke damkar.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto menyebut, satu armada PMK BPBD Kabupaten Mojokerto dikerahkan ke lokasi.
Tak butuh waktu lama, api padam setelah 20 menit disemprot air.
"Padam sekitar pukul 13.50. Kita tidak pakai cairan khusus karena tidak ada kebocoran bensin dari tangki mobil," ungkapnya.
Dipastikannya tidak ada korban jiwa dalam periatiwa ini. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta.
"Dugaan sementara penyebabnya karena korsleting listrik di bagian mesin mobil. Sehingga muncul percikan itu," tukas Sukamto. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah