JPRM - Dokter A yang terlibat dalam kasus sedot lemak selebgram tewas di WSJ Clinic, bukan dokter spesialis. Dugaan malapraktik pun mencuat lantaran ditangani oleh dokter umum saja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati mengungkapkan, A tercatat sebagai dokter umum dan hanya memiliki sertifikat pelatihan estetika saja. ’’Bukan spesialis,’’ katanya.
Senada ditegaskan Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana. Berdasarkan keterangan dari para saksi, A memang bukan dokter spesialis. ’’Dokter umum,’’ tegas Arya.
Ungkapan Kepala Dinas Kesehatan ini berbeda dengan kuasa hukum Klinik WSJ, Rikardo Siahaan.
Sebelumnya, ia menegaskan, A adalah dokter yang memiliki sertifikasi resmi dan berkompeten serta memiliki izin praktik dalam tindakan sedot lemak.
Lalu siapa dr A? WSJ Skin Beauty sebelumnya memajang nama dr Aprosnso Hutagalung. Ia tercatat sebagai konsultan manajemen di klinik kecantikan tersebut.
Ia juga pernah bekerja sebagai Kepala Puskesmas Serasan, Dokter umum di RB-BP Budi Rosari, Kepala Puskesmas Rimba Melintang, Manajer YanMed di Klinik Citama Depok, Manajer YanMedik di RSIA Bina Sehat Mandiri, Manajer Operasional RSIA Euis Kelapa Dua Jaktim dan praktik Dokter di Klinik dr Irsyad.
Perlu diketahui, Senin (5/8), Polda Sumatera Utara membongkar makam selebgram cantik, Ella Nanda Sari.
Ekshumasi ini untuk mengungkap penyebab tewasnya Ella usai menjalani operasi sedot lemak di WSJ Clinic Depok, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan proses ekshumasi digelar di pemakaman keluarga Jalan Besitang Lingkungan Kampung Baru, Alur Dua Baru, Sei lepan, Langkat, Sumatera Utara sekira pukul 07.00 WIB.
Ella Nanda Sari meninggal dunia setelah menjalani operasi sedot lemak di WSJ Clinic. Ekshumasi ini dilakukan atas permintaan Polres Metro Depok yang menemukan dugaan tindak pidana dalam perkara ini.
Ekshumasi adalah proses penggalian mayat atau pembongkaran kubur yang dilakukan oleh pihak berwenang dan berkepentingan.
Editor : Imron Arlado