JPRM- Kota Mojokerto telah mempunyai banyak destinasi wisata hidden gems. Salah satunya Ranu Manduro yang terletak di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro.
Ranu Manduro merupakan wisata alam buatan, bekas galian tambang pasir yang sudah tidak aktif.
Wisata ini sempat viral dan ramai diperbincangkan dengan sebutan Feeling Good. Salah satu daya tarik destinasi wisata ini adalah pemandangan hamparan padang rumput yang mempesona layaknya di New Zealand.
Keindahannya yang menawan selalu memikat setiap manusia yang melihatnya. Pemandangan lembah-lembah hijau, danau yang jernih, dan tebing-tebing tinggi, berlatar belakang Gunung Penanggungan, nampak begitu Instagramable di setiap sudutnya.
Namun saat ini Feeling Good telah terlupakan, suasananya menjadi sangat hampa dan sunyi.
Pengunjung yang dulunya sangat ramai dan membeludak, sekarang satu pun tak ada. Hanya beberapa warga setempat yang berada di sana untuk melakukan aktivitasnya. seperti menjemur
Sangat disayangkan, pemandangan alam yang dulunya indah, saat ini menjadi terbengkalai. Pada masa itu lembah-lembah hijau yang amat mempesona, kini diselimuti oleh tumbuhan dan rerumputan tinggi yang mengganggu keindahannya.
Bebatuan besar yang dulunya dijadikan spot foto, sudah hilang. Pun dengan warung-warung yang dulu berjejeran, kini hanya tinggal kerangkanya saja.
Kondisi danau yang dulunya jernih, kini menjadi berwarna hijau dan banyak dedaunan mengambang. Saat ini juga terdapat bekas rumput terbakar yang menumpuk hingga membentuk seperti batu yang besar.
Tidak hanya itu, ada juga beberapa titik yang digunakan warga setempat untuk mengeringkan jerami yang menimbulkan bau kurang sedap.
Ranu Manduro saat ini masih terlihat indah meskipun kurang terawat, entah bagaimana keadaannya esok hari, ataukah masih baik-baik saja? atau malah sebaliknya? Meski terbengkalai, penting bagi kita semua untuk menyadari dampak jangka panjang dari ketidakpedulian kita. (YULIANY)
Editor : Imron Arlado