JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi pukul 11.14 WIB, Rabu (24/7).
Dalam sepekan terakhir, gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini erupsi sebanyak 21 kali.
’’Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.22 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati dan saat laporan dibuat, petugas merekam bahwa erupsi masih berlangsung,’’ ungkap Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam keterangan tertulis.
Erupsi terjadi kembali pada pukul 05.34 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut tercatat sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 mdpl.
Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 05.50 WIB Semeru kembali erupsi dengan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara dan tinggi letusan tercatat sekitar 400 meter di atas puncak.
Pada pukul 07.00 WIB erupsi kembali terjadi dengan tinggi letusan tercatat sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.
Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 119 detik.
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, status aktivitas Gunung Semeru kini telah naik di Level II (waspada).
Pengamatan kegempaan pada 24 Juli 2024 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 62 kali gempa atau letusan erupsi dengan amplitudo 10-23 milimeter dengan lama gempa 53-125 detik.
Hingga kini, pihak PVMBG memberikan ketegasan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau agar menjaga jarak ketika beraktivitas sejauh 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Salsa Virly Khabilta
Editor : Imron Arlado