JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Baru-baru ini kasus fatal akibat suatu virus kembali terjadi. Kali ini disebabkan oleh virus Nipah yang menyebabkan kematian pada seorang remaja berusia 14 tahun di Distrik Malappuram Kerala, India pada Minggu (21/7).
Virus Nipah awal mulanya teridentifikasi pada sebuah peternakan babi di Malaysia. Jenis virus ini dapat menular dari hewan ke manusia atau disebut virus zoonosis.
Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah berasal dari kelelawar buah (codot) yang kemudian menular ke hewan ternak dan peliharaan, seperti babi, kambing, kuda dan anjing.
Penularan virus Nipah dapat menyebar ke manusia dengan berbagai cara. Misalnya, ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan hewan yang terinfeksi, mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan hewan terinfeksi, dan melakukan kontak langsung dengan pengidap virus Nipah itu sendiri.
Ketika menginfeksi manusia, virus Nipah dapat menyebabkan radang otak hingga berisiko ancaman nyawa.
Pihak berwenang di negara bagian Kerala, India, mengambil upaya pencegahan virus Nipah yang telah ditemukan di Distrik bahwa sekitar 246 orang masuk dalam daftar kontak virus Nipah dan dari 63 orang tersebut termasuk kategori risiko tinggi.
Tingkat penyebaran yang tinggi diakibatkan belum ditemukannya vaksin untuk mencegah virus Nipah supaya manusia tidak tertular penyakit zoonosis ini.
Meskipun demikian, terdapat beberapa hal dasar yang perlu diketahui sebagai upaya mengurangi risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh virus Nipah ini.
- Menghindari bersentuhan dengan hewan yang berisiko, terutama babi dan kelelawar buah (codot) yang menjadi penularan utama.
- Menghindari bersentuhan dengan orang yang sedang sakit, terutama di daerah yang terkena wabah infeksi virus Nipah.
- Hindari makanan yang terkontaminasi dengan hewan dan pastikan ketika mengkonsumsi buah dan sayur cuci bersih terlebih dahulu atau buang buah yang telah tergigit kelelawar.
- Pastikan mengkonsumsi daging yang dimasak dengan baik dan hindari makan daging mentah.
- Cuci bersih tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum atau sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit.
- Bersihkan kandang hewan ternak yang berisiko tertular secara rutin. Pastikan menggunakan alat pelindung diri dan berikan cairan desinfektan di sekitar kandang.
Kasus infeksi virus Nipah memang belum ditemukan dan dilaporkan di Indonesia. Namun, karena virus ini memiliki potensi penularan yang berisiko tinggi dan cepat, mari tetap waspada.
Dengan mematuhi langkah-langkah pencegahan tersebut, kita dapat mencegah dan melindungi diri dan masyarakat dari ancaman virus Nipah ini. (Salsa Virly Khabilta)
Editor : Imron Arlado