JPRM - Virus Nipah mengancam siapapun. Jangan remehkan wabah ini karena akan mengintai di depan mata dan membawa bahaya yang merenggut nyawa manusia.
Virus Nipah pertama kali ada pada 1999 dan menyerang peternak babi di Malaysia.
Virus ini diprediksi bisa menjadi pandemi jilid 2, karena virus ini penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Di mana hewan menjadi makhluk hidup yang selalu ada di dekat manusia.
Hal tersebut menyebabkan wabah ini telah tercatat hampir setiap tahun di beberapa wilayah Asia terutama Banglades dan India.
Indonesia termasuk salah satu negara yang rawan terhadap virus Nipah. Beberapa kasus telah dilaporkan di beberapa daerah, seperti di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Banten.
Wabah virus Nipah berdampak pada kesehatan masyarakat, dan inilah dampaknya yang mematikan.
- Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari demam ringan, sakit kepala, hingga radang otak yang berakibat fatal.
- Penyakit ini muncul dengan gejala awalnya membuat badan terasa demam dan sakit kepala selama 3-14 hari, dan sering kali disertai tanda-tanda penyakit pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas.
- Pembengkakan otak juga dapat terjadi dengan gejala yang meliputi kantuk, disorientasi, dan kebingungan mental, yang dapat dengan cepat berkembang dan menjadi koma dalam waktu 24-48 jam.
- Efek samping jangka panjang yang terjadi pada penyintas infeksi virus Nipah bisa membuat kejang terus-menerus dan perubahan kepribadian.
- Infeksi yang menimbulkan gejala dan kematian dilaporkan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah terpapar, sehingga membuat penderita kesulitan akibat dampak dari infeksi Virus Nipah.
- Tingkat kematian akibat virus ini bisa mencapai 75%, sehingga menjadikannya salah satu virus zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia) yang mematikan.
Editor : Imron Arlado