Lansia perempuan yang berdomisili di Desa/Kecamatan Pacet ini mendadak drop hingga meregang nyawa di kios tempatnya berdagang.
Kapolsek Pacet AKP Agus Setiawan menerangkan, tewasnya pedagang ubi cilembu dan sayuran ini berawal ketika korban mengeluh sakit pada rekannya sesama pedagang di rest area.
”Korban mengeluh dadanya sakit kemudian minta dibuatkan air gula pada pedagang warung sebelah,” ujarnya, Selasa (23/7).
Usai meminum air gula permintaannya, lanjut Agus, korban dibaluri minyak kayu putih oleh rekan sesama pedagang lainnya. Itu karena Sri juga mengeluh pusing yang kemudian dibaringkan di kios miliknya.
”Saat dibaringkan itu masih ditunggui para saksi. Tapi kondisinya semakin memburuk sampai korban diketahui meninggal dunia,” beber kapolsek.
Rekan korban lantas menghubungi keluarga pedagang ubi cilembu nahas tersebut. Agus mengatakan, dari keterangan anak korban, Minggu (21/7) Sri sudah dalam kondisi sakit.
Lansia perempuan ini sempat mengeluh tidak enak badan dan merasa kedinginan. ”Dari keterangan keluarga, korban tidak punya riwayat penyakit,” terang Agus.
Bersama tim Inafis dan tim medis Puskesmas Pacet, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berikut memeriksa kondisi jasad korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun hal yang mencurigakan.
”Dari pemeriksaan luar yang kita lakukan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” beber mantan Kapolsek Dlanggu ini.
Jasad korban lantas dievakuasi ke rumah duka setelah pihak keluarga menyatakan tidak berkenan jika dilakukan otopsi.
”Pihak keluarga sudah membuat pernyataan (tidak berkenan diotopsi). Kami serahkan sepenuhnya pada keluarga korban setelah penanganan selesai kami lakukan,” tukas Agus. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah