JPRM - Beberapa tahun terakhir ini toko kelontong di seluruh Indonesia tengah diserang dengan hadirnya produk roti baru dengan merek Aoka. Harganya yang tidak sampai Rp 5 ribu itu pasti jadi idaman konsumen di toko kelontong.
Harga yang murah, varian rasa yang banyak, kemasan yang mudah dibawa membuat roti Aoka jarang sekali absen di rak khusus roti di toko-toko kelontong.
Roti tersebut juga jadi salah satu produk roti yang memiliki masa kedaluwarsa sangat panjang, kurang lebih awet sampai 3 bulan.
Jadi, pemilik toko kelontong tidak perlu khawatir untuk memasok Roti Aoka dengan jumlah banyak.
Namun, murahnya harga Roti Aoka, rotinya yang awet lama, dan produknya yang sudah merajalela rupanya berpengaruh pada roti homemade dari teman-teman UMKM.
Roti-roti home made yang diproduksi UMKM jelas tidak memiliki waktu siap makan yang lama. Sehingga untuk bersaing dengan Roti Aoka, produk roti dari UMKM akan kewalahan.
UMKM roti home made juga beberapa kali membagikan kisahnya saat bersaing dengan Roti aoka di toko kelontong.
’’Aku sebagai UMKM yg kena dampak roti A. Udah jual roti bertahun2. Harga 5k, rasa: cokelat, keju, tiramisu, sosis, abon, dll. Banyak yg bandingin harga rotiku. Sebenernya hak pembeli mau beli apa. Tapi yg bikin nyesek tuh bilang roti A lebih enak & murah saat dia beli roti aku,’’ tulis akun Twitter @Indah_Fa**da.
Netizen Twitter juga banyak menduga Roti Aoka mengandung pengawet yang berbahaya karena masa expired yang lamanya tidak wajar.
’’bulan lalu papa blg "coba kak cek best beforenya kapan". Pas dicek BB nya Sept 2024, sdgkan saat itu bln Juni. Roti bisa tahan ampe 3 bulan, aneh bgt gituu. Lalu doi blg lagi "kl kk mau percobaan, coba diemin, papa diemin 1 thn rotinya msh bagus". Gillsss serem,’’ tulis akun Twitter @tamm**h saat memberikan komentar tentang Roti Aoka.
Ada juga netizen Twitter yang mengaku berada di bidang farmasi dan teknologi pangan yang mempertanyakan bahan pengawet Roti Aoka.
’’Aq basic farmasi, suami basic teknologi pangan. Dr semenjak keluar aja udah ngerasa aneh "ni roti ga basi2 pake pengawet apa, seberapa banyak?"
Jd ga pernah beli, apalagi kasih ke anak. Ngeri,’’ tulis akun Twitter @Swasta****aS
Bahkan ada juga netizen Twitter yang melakukan riset sederhana tentang ketidakwajaran keawetan roti Aoka yang sempat ia bagikan di Twitter pribadinya.
Dalam sebuah Thread Twitter yang dibagikan oleh akun @T1me To Ch***e, ia mengutip dari sebuah artikel yang ditulis oleh Lauren Panoff, MPH, RD dengan judul “How Long Does Bread Last”
’’Roti tawar 7-10 hari, sedangkan roti tawar+selai 2-3 minggu, dengan catatan di simpan di dalam kulkas.
Sedangkan kalo di suhu ruangan cuma 3-4 hari, dan di suhu rak toko hanya 5-10 hari maksimal 14 hari (kalo ga make pengawet). Sedangkan, roti beku bisa bertahan hingga 6 bulan,’’ tulis akun @T1me To Ch***e sebagai kesimpulan dari artikel yang ia kutip.
Berdasarkan dari artikel yang dikutip netizen itu Roti Aoka masuk di bagian roti tawar dan selai yang seharusnya hanya bertahan 2–-3 minggu, tidak sampai 3 bulan.
Bahkan Roti Aoka bukanlah roti beku yang harusnya bisa bertahan hingga 6 bulan. Komentar-komentar netizen di Twitter yang masih mempertanyakan keawetan Roti Aoka sampai hari ini masih ramai diperbincangkan. Hilmy Hidayana
Editor : Imron Arlado