JPRM- Netizen dihebohkan dengan penampilan Wanda Hara yang datang ke kajian Ustadz Hanan Attaki dengan menggunakan cadar.
Diketahui Wanda Hara datang ke Kajian bersama teman-teman artisnya yaitu Nagita Slavina, Syahnaz Sadiqah, hingga Shandy Purnamasari.
Wanda Hara datang di kajian ini menggunakan baju kebaya lengkap dengan cadar. Selain itu dikabarkan Wanda Hara juga berada di barisan perempuan selama kajian itu berlangsung.
Stylist Wanda Hara ini telah dipercaya oleh banyak artis Indonesia. Wanda Hara ini memiliki nama asli Irwansyah lahir di Medan 6 April 1985 yang beragama Islam.
Wanda Hara telah menyalahi aturan karena ia seorang laki-laki dan dalam kajian tersebut antara laki-laki dan perempuan dibedakan tempat duduknya.
Baca Juga: Selingkuh dengan PNS, Tenaga Honorer di Mojokerto Dipecat
Kritik Pedas Nikita Mirzani terhadap Wanda Hara
Setelah beredarnya video Wanda Hara mengikuti kajian menggunakan cadar, artis Nikita Mirzani juga ikut mengkritik tentang kelakuan Wanda Hara.
’’Wanda Hara kali ini kamu harus sadar bahwa kamu salah. Kajian bukan cosplay untuk bisa berada di tengah-tengah perempuan,’’ ucap Nikita Mirzani pada Instagram Storynya.
Nikita Mirzani juga mempertanyakan mengapa teman-temannya mendukung kelakuan Wanda Hara karena temannya Nagita Slavina itu bolak-balik umroh bahkan Nagita juga baru saja menunaikan ibadah Haji.
“Ini teman-temannya gimana sih. Kok pada setuju aja…. kalau gue sih nggak nyalahin Wanda-nya yah. Namanya juga laki-laki berhormon… Lebih ke teman-temannya yang otaknya patut dipertanyakan” tulis Nikita Mirzani.
Tanggapan Pihak Penyelenggara Kajian Ustadz Hanan Attaki
Ramai menjadi perbincangan banyak orang pihak EO kajian Ustad Hanan Attaki yakni @ayah_amanah menanggapi hal ini.
Ia menuliskan dalam postingan Instagram “Mohon maaf ketika acara berlangsung kami sebagai panitia dan Ustad Hanan Attaki tidak mengetahui siapa yang ada dibalik cadar. Kami baru tahu jika sosok tersebut adalah laki-laki setelah viral,” tulisnya.
Pihak EO ini juga berterima kasih kepada teman-teman karena hal ini menjadi evaluasi ke depannya agar bisa lebih selektif lagi dalam proses registrasi peserta. (Audy)
Editor : Imron Arlado