Akibatnya, seorang sopir truk fuso nopol L 8478 UF atas nama Pujianto, warga Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto meninggal dunia di lokasi.
Dan seorang sopir fuso lainnya nopol B 9520 BEI atas nama Andi Pranoto, warga Kecamatan Taman, Madiun mengalami luka-luka.
Keduanya kini telah dievakuasi ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan tindakan medis.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut bermula ketika Pujianto yang mengemudikan truk fuso wing boks warna biru melaju dari arah Surabaya menuju Jombang pukul 11.40.
Pada saat yang bersamaan, muncul truk fuso tronton boks warna merah yang dikemudikan Andi Pranoto melaju pelan dari arah Jombang menuju Surabaya.
Saat melintas, truk yang dikemudikan Pujianto diduga terlalu ke kanan hingga melebihi marka jalan.
Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan antar kedua kendaraan besar itu tak bisa dihindarkan.
''Awalnya ada bunyi klakson mobil keras sekali, tiba-tiba ada suara benturan keras. Ternyata dua truk adu banteng,'' ungkap Ponidi, saksi mata di lokasi.
Pujianto yang berada di kemudi truk tak mampu menyelamatkan diri. Pria 48 tahun ini pun meninggal dunia di lokasi dengan posisi terjepit bodi truk.
Sementara Andi Pranoto yang sempat melihat kendaraannya bakal bertumbukan mampu menghindar dari kemudi sehingga selamat dari maut.
Pria 38 tahun ini hanya menderita luka sobek di kaki kanan akibat terkena pecahan kaca depan truk. Belum diketahui penyebab utama kecelakaan maut tersebut.
Diduga, korban tak mampu mengendalikan laju truknya yang berjalan terlalu ke kanan. Hal itu terlihat dari ban truk sisi kanan yang melebihi marka jalan.
''Yang truk merah ini sempat ada dua mobil di depannya, terus bunyi klaksonnya. Sepertinya dua mobil bisa menghindar, sehingga tabrakan kena di truk merah di belakangnya,'' tambah Ponidi.
Polisi yang datang langsung mengamankan dan mengatur lalu lintas di lokasi. Termasuk mengevakuasi truk ke lokasi yang lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab kecelakaan dari Satlantas Polres Mojokerto Kota. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah