Jawa Pos Radar Mojokerto - Puasa Tasua dan Puasa Asyura pada bulan Muharram merupakan anjuran langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Puasa sunnah ini memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah pahala yang dilipatgandakan hingga 10 ribu kali.
Sebelum melaksanakan puasa Tasua dan Asyura, alangkah baiknya untuk mengetahui tentang niat dan tata cara pelaksanaan puasa.
Baca Juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura Dilakukan? Dan Apa Keutamaannya?
Niat puasa Tasua pada 9 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati taasuu’aa sunnatan lillahi ta’ala.”
yang artinya “ saya niat puasa sunnah Tasua karena Allah SWT”
Niat puasa Asyura pada 10 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta’ala.”
yang artinya “ Saya niat puasa sunnah Asyura Karena Allah SWT
Baca Juga: Amalan-Amalan Baik yang Dianjurkan Dilakukan saat Bulan Muharram
Setelah mengetahui niat puasa, tata cara selanjutnya adalah
1. Membaca niat puasa yang dapat dilakukan malam sebelum puasa atau sebelum waktu subuh.
2. Makan sahur yang dapat dilakukan sebelum subuh atau sebelum imsak.
3. Melakukan puasa dengan menjaga diri, menahan dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa serta segala perbuatan dosa.
4. Segera berbuka puasa saat waktu magrib tiba, menyegerakan berbuka puasa merupakan sunnah yang dapat diganjar dengan pahala. (Aisyah Mazro’atul Khoiriyah)