Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Puluhan Warga Geruduk Kantor Kelurahan

Imron Arlado • Rabu, 3 Juli 2024 | 22:53 WIB
DIGERUDUK: Warga korban penipuan lowongan kerja meluruk Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (3/7).
DIGERUDUK: Warga korban penipuan lowongan kerja meluruk Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (3/7).

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Puluhan warga beramai-ramai mendatangi Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (3/7).

Para pencari kerja (pencaker) itu merasa tertipu iming-iming lowongan kerja yang dijanjikan warga Lingkungan Kradenan, Kelurahan Kauman.

Terduga pelaku penipuan tersebut adalah Tegar Defri Breliando. Sejak tadi pagi, dia dimediasi oleh tiga pilar bersama perwakilan korban di ruang pertemuan Kelurahan Kauman.

DIGERUDUK: Warga korban penipuan lowongan kerja meluruk Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (3/7).
DIGERUDUK: Warga korban penipuan lowongan kerja meluruk Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (3/7).

Wibowo Mulyo salah satu perwakilan korban menuturkan, awalnya dia tertarik untuk ditawarkan masuk ke salah satu perusahaan ternama yang berlokasi di Tarik, Sidoarjo.

Namun, sebagai syarat awal, akhir Mei lalu dia diminta untuk membayar uang melalui orang perantara dari Tegar. "Waktu itu saya percaya karena Tegar teman saya sendiri," tandasnya.

Warga asal Desa Bandung, Kecamatan Gedeg ini menyebut, uang yang dibayarkan sebagai biaya administrasi itu sebesar Rp 3,5 juta.

Setelah dilunasi, terduga pelaku menjanjikan dirinya untuk masuk kerja mulai Rabu (3/7). "Dijanjikan Selasa (2/7) masuk, ternyata tidak," sebutnya.

Wibowo tak sendiri, total ada 82 pencaker lainya yang juga tertipu bujukan Tegar. Para korban berasal dari Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Jombang, hingga Sidoarjo.

Sehingga, total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. "Karena sama semua bayar Rp 3,5 juta untuk admin," sebutnya.

Sejak Selasa (2/7) malam, para korban telah mendatangi rumah terduga pelaku di Lingkungan Kradenan 1 RT 05/RW 03.

Karena tak ada titik temu, mereka kembali melakukan aksi serupa pada Rabu (3/7) pagi hingga kemudian dilakukan mediasi di Kantor Kelurahan Kauman.

Dalam mediasi yang dipimpin Lurah Kauman Bagiyo Utomo itu, dipertemukan antara terduga pelaku dengan perwakilan korban dan disaksikan TNI-Polri.

Setelah tiga jam lebih, akhirnya mereka bersepakat permasalahan penipuan loker itu diselesaikan secara kekeluargaan.

Ditemui setelah mediasi, Tegar mengakui perbuatan penipuan terhadap para pencaker. Pemuda 21 tahun ini nekat melakukan alsinya karena terbelit utang. "Untuk bayar utang pribadi saya," akunya.

Tegar menyebut, aksi penipuan yang dilakukan sejak mulai Mei lalu itu sudah meraup uang hingga kurang lebih Rp 250 juta. Dan, seluruhnya kini sudah tak tersisa untuk melunasi utangnya. "Sudah habis," ungkapnya.

Aksi penipuan berkedok lowongan kerja tersebut sempat berjalan mulus dengan dibantu temannya.

Melalui kaki tangannya itu lah dia mencari calon korban untuk ditawarkan masuk ke perusahaan yang dulu pernah menjadi tempat kerjanya. "Sekarang sudah nggak kerja, nanggur," ulas dia.

Tiap satu korban, dia mengaku mematok uang bervariatif. Mulai dari Rp 1 juta, 2 juta, hingga Rp 3,8 juta rupiah.

Sesuai yang disepakati dalam mediasi, Tegar menyatakan akan bertanggung jawab untuk mengembalikan uang para korban dengan menjual rumah dengan tempo paling lambat 6 bulan dari sekarang. "Dijual rumah warisan untuk menutup kerugian (para korban)," tandas dia. (ram)

Editor : Imron Arlado
#loker 2024 #penipuan lowongan kerja #sidoarjo #mojokerto