Belakangan diketahui pria bertato dan berambut pirang itu adalah Ri, 35, warga Desa Watukenongo, Kecamatan Pungging. Ia dilaporkan terluka dan tergeletak di jalan sekitar pukul 16.30.
Usut punya usut, Ri terluka hingga bersimbah darah setelah merusak dan mengacak-acak kantor eksportir bawang milik Suwandi di seberang SMAN 1 Mojosari.
"Yang bersangkutan terluka di pergelangan tangan kanannya karena terkena serpihan kaca jendela kantor yang dirusak," ujar Kapolsek Mojosari Kompol Purnomo, Senin (24/6).
Peristiwa itu bermula ketika Ri yang merupakan buruh angkut gudang bawang milik Suwandi di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, menyatroni kantor tempatnya bekerja.
Tujuannya, untuk menemui Suwandi yang ternyata sedang keluar kota.
"Kebetulan waktu itu Pak Wandi sedang berada di Surabaya," sebutnya.
Lantaran tujuannya tak terpenuhi, Ri langsung mengamuk. Ia mengacak-acak kantor dan memecah salah satu kaca jendela.
Hingga ia bersimbah darah akibat darah mengucur deras dari tangannya yang terluka. Usai membuat onar, Ri lantas menggeletakkan diri di tengah jalan raya.
"Saat kejadian, yang bersangkutan dalam kondisi mabuk," terang kapolsek. Oleh petugas, Ri dilarikan ke IGD RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk mendapat perawatan medis.
Ia lantas dipulangkan setelah lukanya mendapat sejumlah jahitan.
Belakangan diketahui, pelaku rupanya memiliki riwayat gangguan jiwa. Dua tahun lalu Rio pernah dirawat di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang.
"Dari keterangan pihak keluarga, yang bersangkutan pernah dirawat sekitar 3 bulan di RSJ Lawang," tutur Purnomo.
Perbuatan Ri ini tidak diproses hukum karena beberapa hal.
"Pihak pemilik usaha tidak melaporkan kejadian ini untuk diproses hukum lebih lanjut," tukas mantan Kapolsek Dlanggu ini. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah