JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jamaah haji asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia usai dirawat di Rumah Sakit An Nur, Arab Saudi, Selasa (11/6) pukul 09.57 WAS.
Jamaah haji atas nama Maulan Durojak Pardi, yang tergabung di kloter 66 tersebut meninggal usai dirawat selama 11 hari karena penyakit infeksi paru.
Kepala Kankemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin mengatakan, almarhum tiba di Mekkah pada 30 Mei lalu.
Pria 81 tahun tersebut sempat menjalani rangkaian umrah wajib bersama para lansia dan jamaah kelompok risti didampingi pembimbing melalui petugas resmi Masjidil Haram.
’’Jamaah ini sempat marah dan ingin pulang ke Indonesia. Tanggal 31 Mei, almarhum sempat dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah karena demensia,’’ ungkapnya.
Setelah perawatan di KKHI berjalan, almarhum kembali dirujuk ke Rumah Sakit An Nur pada 3 Juni lalu, karena kondisi kesehatannya tak kunjung membaik.
’’Almarhum mengalami infeksi paru, dan sudah diberikan alat bantu pernafasan namun kondisinya juga tak kunjung membaik, dan kemudian dinyatakan meninggal 11 Juni,’’ beber Muttakin.
Ditambahkannya, saat ini pihak maktab juga sudah melakukan proses fardu kifayah dan pengurusan jenazah. Beliau akan dimakamkan di Syuhada Harom Syariah Makkah, Arab Saudi. ’’Almarhum otomatis dikebumikan di sana,’’ ujarnya.
Muttakin menyebut, untuk jamaah yang meninggal dunia sebelum puncak haji, pemerintah Indonesia memfasilitasi badal haji.
Sebab, sesuai regulasi, ada tiga kelompok jamaah yang bisa dibadalhajikan di antaranya, mereka yang meninggal sebelum wukuf di Arafah, jamaah yang sakit dan tidak bisa disafariwukufkan, serta jamaah yang mengalami demensia.
’’Sepanjang yang bisa digantikan syarat dan ketentuan lainnya oleh petugas, maka akan dilakukan, termasuk untuk almarhum Maulan ini. Sehingga, meski sudah wafat, mereka tetap mendapatkan status haji," pungkasnya. (oce/ron)