Itu merupakan kelahiran anak kedua di keluarga yang menikah sejak sekitar 5 tahun silam. Briptu Fadhilatul Nikmah selama ini berdinas di Polres Mojokerto.
Ia pernah bertugas di Unittipiring Satsabhara sebelum akhirnya pindah ke bagian SPKT.
Sementara itu, Briptu Rian Dwi Wicaksono berdinas di Polres Jombang sebagai anggota Satsabhara yang sebelumnya di bagian Satlantas.
Briptu Fadhilatul Nikmah dan Briptu Rian Dwi Wicaksono sama-sama alumnus SMAN Ploso, Jombang.
Anak pertama pasutri polisi tersebut saat ini berusia sekitar 4 tahun. Beberapa waktu lalu, keduanya kembali dikaruniai buah hati.
"Anak yang kedua ini kembar, laki-laki. Baru dua minggu ini dia (Briptu Fadhilatul Nikmah) masuk lagi," ujar seorang anggota Polres Mojokerto Kota, Minggu (9/6).
Selama beberapa bulan, Briptu Fadhilatul Nikmah menjalani cuti melahirkan.
Menurutnya, ia baru kembali aktif bertugas sejak dua minggu terakhir. Pihaknya mengaku tak mengatahui motif di balik aksi nekat polwan tersebut.
"Kalau soal motif tidak tahu ya, karena dia (Briptu Fadhilatul Nikmah) kalem. Tidak tahu kalau ada masalah yang dipendam," imbuh dia.
Peristiwa pembakaran itu terjadi Sabtu (8/6) sekitar pukul 10.30. Laporan polisi nomor LP/A/ 18 /VI/2024/Spkt/Polres Mojokerto Kota/Polda Jawa Timur menjelaskan kronologi kejadian itu.
Bermula sekira pukul 09.00 terduga pelaku melakukan pengecekan ATM milik suaminya dan didapati gaji 13 senilai Rp 2,8 juta tersisa tinggal Rp 800 ribu.
Setelah itu, Briptu Fadhilatul Nikmah menghubungi korban untuk menanyakan soal uanh yang terkuras dan memintanya kembali ke rumah di asrama.
Sebelum korban pulang, terduga pelaku membeli bensin dalam botol air mineral.
Ia kemudian mengirim foto botol tersebut ke suaminya. "Apabila tidak pulang semua anak-anaknya akan dibakar" bunyi laporan tersebut.
Briptu Rian Dwi Wicaksono pun menuruti permintaan istrinya. Ia segera pulang ke asrama di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, itu.
Setiba di rumah, terduga pelaku langsung mengajak korban masuk ke rumah dan mengunci pintu dari dalam.
Sebelumnya, ia meminta agar pembantu rumah mengajak ketiga anaknya bermain di luar.
Dan, kalap pun terjadi. Setelah suaminya ganti baju dan sempat terlibat ekcok, Briptu Fadhilatul Nikmah tiba-tiba memborgol tangan kiri korban di tangga garasi rumah.
Ia kemudian membakar tubuh suaminya yang telah disirami dengan bensin.
"Korban berusaha keluar garasi namun tidak bisa karena terhalang mobil dan juga tangan kiri dalam keadaan terborgol di tangga lipat," sambung rincian laporan tersebut. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah