KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Briptu RDW, 27, anggota polisi yang dibakar istrinya sendiri, Briptu FN, 28, di rumah dinasnya, di asrama polisi Jalan Pahlawan Kota Mojokerto, Sabtu (8/6) masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo.
Dari hasil pengamatan, korban mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuh, atau mencapai 96 persen.
Korban juga akan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan tindakan yang lebih intensif guna mengobati luka bakar yang dideritanya.
Wakil Direktur bidang Pelayanan dan Pendidikan RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr. Hesti Puspasari menyatakan, korban telah diupayakan tindakan stabilisasi sejak pertama kali datang.
Korban dinilai mengalami luka bakar yang sangat berat dengan sebaran hingga 96 persen di tubuhnya.
Sehingga harus dilakukan tindakan emergency agar luka yang diderita tak memperburuk kondisi fisiknya.
''Hampir seluruh bagian tubuh, luas tubuh yang kena sekitar 96 persen, termasuk bagian kepala,'' ungkapnya.
Meski telah diupayakan stabilisasi, namun Hesti tetap akan merujuk korban ke tempat perawatan yang lebih optimal, yakni RSUD dr. Soetomo.
Rujukan ini lantaran korban juga mengalami gangguan pernafasan sejak pertama kali datang. Gangguan tersebut yang dapat memperburuk kondisinya jika tidak segera disembuhkan.
''Ada gangguan saluran pernafasan, sempat sesak nafas. Karena pasien juga ada luka bakar di bagian wajahnya,'' tambah Puspa.
Baca Juga: Polisi Endus Dugaan Kejanggalan Proyek Trotoar di Kota Ini
Saat ini, pihak RSUD masih mengupayakan agar korban segera dirujuk.
Korban juga didampingi tim dokter bedah plastik RSUD dr. Wahidin yang akan bekerja sama menangani perawatan korban di RSUD dr. Soetomo.
''Di tempat kami ada dokter bedah plastik, beliau yang akan menangani selama dirujuk,'' pungkasnya.
Sebelumnya, Briptu RDW yang merupakan anggota polisi Polres Jombang mengalami luka bakar parah usai disulut api oleh Briptu FN, anggota Polres Mojokerto Kota yang merupakan istrinya.
Insiden pembakaran dipicu konflik keluarga yang berlangsung pukul 10.30 di garasi rumah dinas blok J1.
Sebelum disulut, keduanya sempat terlibat cekcok, hingga akhirnya korban disiram bensin dan diborgol di tangga lipat. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah