JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam ilmu psikologi, terdapat sejumlah istilah yang jarang diketahui. Padahal, Anda kerap merasakan dan mengalaminya.
Coba kenali dan pahami. Saat ini Anda berada di kategori nomor berapa?
- Jouska:
Sebuah percakapan yang hanya terjadi di dalam otak, yang seseorang lakukan sendiri. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat disebut sebagai berdistraksi.
Berdistraksi dalam konteks psikologi mengacu pada kecenderungan seseorang untuk kehilangan fokus atau konsentrasi.
Meskipun seringkali kita mengaitkan kecerdasan dengan kemampuan fokus yang tinggi, faktanya orang cerdas juga bisa mudah terdistraksi.
- Exulansis
adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan putus asa ketika seseorang mencoba menceritakan sesuatu kepada orang lain, tetapi merasa jika lawan bicaranya tidak akan sanggup memahaminya.
Ini adalah jenis emosi yang bisa membuat seseorang merasa frustasi dan cenderung menghentikan pembicaraan karena merasa tidak dipahami.
Exulansis sering kali mendorong seseorang untuk berhenti membicarakan topik tersebut dan beralih ke topik lain.
- Chrysalism
Perasaan tenang berada di dalam rumah saat hujan deras dengan mendengarkan gemericik hujan di atap rumah.
Perasaan ini sangat mirip dengan kondisi hangatnya bayi dalam rahim sang ibu. Jadi, ketika Anda berada di dalam rumah dan mendengarkan gemercik hujan di atap, Anda mungkin merasakan chrysalism. Meskipun istilah ini mungkin tidak banyak dikenal, perasaan ini sering terjadi pada sebagian orang
- Opia
Dalam istilah psikologi menggambarkan emosi yang dirasakan seseorang saat melakukan kontak mata atau bertatapan dengan orang lain.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, plural dari kata “opium” yang dapat diartikan sebagai “of the eyes”.
Inti dari istilah opia ini adalah seseorang bisa merasakan emosi orang lain hanya melalui kontak mata. Seseorang juga bisa merasakan apakah orang lain tersebut sedang dalam kondisi sedih, gelisah, marah, maupun takut lewat kontak mata.
- Adronitis
Adalah istilah yang menggambarkan perasaan frustrasi yang dirasakan seseorang karena kesulitan dalam menjalin hubungan baru, khususnya hubungan pertemanan.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, “andros” yang berarti “manusia” dan “itis” yang berarti “penyakit” atau “kondisi”.
Orang yang mengalami adronitis biasanya merasa sulit untuk mengenal orang lain secara mendalam dan mungkin merasa bahwa orang lain tidak terbuka atau tidak ingin mengenal mereka dengan lebih baik.
- Enouement
Perasaan di saat impian seseorang terwujud tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana proses atau masa lalu.
- Ellipsism
Perasaan sedih yang dirasakan tetapi tidak mengetahui sebabnya apa atau asalnya dari mana.
- Liberosis
Keinginan untuk tidak peduli kepada suatu hal.
- Lachesism
Keinginan untuk selamat dari bahaya.
- Altschmerz
Kekhawatiran dengan suatu hal yang sama dan terus menerus hingga tidak menarik lagi, tetapi tetap dikhawatirkan.
- Kuebiko
Rasa tidak berdaya untuk mengatasi kekerasan atau kejahatan yang terjadi di dunia ini.
- Onism
Perasaan bosan yang lumayan tinggi di saat berada di satu tempat dengan waktu yang lama.
- Sonder
Anggapan bahwa setiap orang mempunyai kehidupan yang rumit seperti yang dirasakan sendiri.
Editor : Imron Arlado