KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kualitas proyek senilai Rp 2,8 miliar di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto diduga asal-asalan. Selain jalur difabel dibuat zig-zag, bangunan infrastruktur yang belum genap setahun di jalur protokol ini juga sudah pecah-pecah.
Seperti yang terpantau, Jumat (31/5). Proyek Rehabilitasi Trotoar Jalan Pahlawan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto ini nampak amburadul. Penataannya pun terkesan seperti asal-asalan.
Hal itu nampak dengan penataan konstruksi paving yang berada di sisi kanan dan kiri jalan raya tersebut. Amburadulnya proyek ini membuat wajah Kota Onde-onde tercederai.
Lihat: Video Trotoar Rusak di Kota Mojokerto
Di beberapa titik hasil pengerjaan ini juga sudah alami kerusakan. ''Sudah pada banyak yang rusak. Keramik jalur difabelnya sudah banyak yang pecah-pecah,'' ungkap Herman, saat melintas di lokasi.
Banyaknya titik rusak membuat warga mempertanyakan kualitas proyek senilai miliaran tersebut. Sebab, selain rusak, warga ini menduga pekerjaan tersebut juga tak sesuai perencanaan.
Hal itu terbukti dengan pemasangan jalur difabel yang terlihat zig zag. ''Seperti itu kan kurang estetik, kesannya proyek ini asal-asalan, padahal ini jalur tengah kota lho,'' sesalnya.
Amburadulnya proyek trotoar tersebut juga jadi sorotan kalangan dewan. Legislator daerah ini menyayangkan atas pengerjaan proyek yang terkesan asal-asalan tersebut. Padahal, paket proyek tersebut menelan anggaran miliaran rupiah.
''Banyaknya kerusakan pada proyek trotoar ini membuat kami prihatin,'' ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Mojoekrto Agus Wahjudi Utomo.
Baca Juga: Bupati Ikfina Resmikan Tujuh Proyek Infrastruktur
Lebih-lebih, proyek ini juga baru terlaksana di APBD 2023 lalu dengan anggaran Rp 2,8 miliar dengan pelaksana CV. Asta Jaya asal Purwotengah, Kota Mojokerto.
Sementara itu, Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro membantah jika perencanaan dan pengerjaan yang dilakukan asal-asalan. Dia meyakini, proyek itu sudah sesuai dengan perencanaan.
''Proyek APBD itukan berbasis perencanaan. Saya yakin sudah melalui proses yang ketat, perencanaan baik dan dilaksanakan dan disupervisi dengan baik. Cuma kalau memang itu ada beberapa tempat yang mengalami kerusakan ya kita akan segera perbaiki lah,'' ungkapnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah