Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dunia Geram Akibat Serangan Israel Ke Rafah, Sikap AS Jadi Sorotan

Imron Arlado • Kamis, 30 Mei 2024 | 02:12 WIB
Warga Palestina di Rafah mencapai  puluhan orang akibat serangan udara Israel. (Jawa Pos)
Warga Palestina di Rafah mencapai puluhan orang akibat serangan udara Israel. (Jawa Pos)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Serangan yang dilakukan Israel ke tenda pengungsian yang berada di Rafah masih terus terjadi.

Pada Minggu malam, Israel telah menjatuhkan delapan rudal kamp Tel Al-Sultan, sehingga menewaskan 45 warga yang kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan juga wanita.

Serangan brutal Israel pada pengungsi Gaza masih terus terjadi. Serangan yang mengakibatkan 249 warga terluka, sudah mendapat teguran keras dari berbagai Negara.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dalam penjelasan ke parlemen Israel, sempat mengatakan bahwasanya kejadian tersebut adalah “Kejadian tragis”.

Meskipun mengatakan masih melakukan operasi dengan dalih mencapai kemenangan mutlak di Gaza.

Hal ini membuat geram negara di dunia, berbeda dengan Amerika Serikat yang masih diam dengan serangan Israel ke Rafah.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby mengatakan tidak percaya mengenai serangan Israel di Rafah adalah skala penuh yang melanggar garis merah Biden, dan tidak ada perubahan kebijakan yang akan dilakukan oleh presiden Amerika Serikat.

“Sebagai akibat dari pemogokan pada hari Minggu ini, saya tidak punya perubahan kebijakan untuk dibicarakan,” kata Kirby dalam pengarahan di Gedung Putih, dilansir AFP, Rabu (29/5).

Amerika Serikat mempertegas bahwasanya Israel mempunyai hak untuk membela diri. presiden Amerika, Joe Biden mengatakan, telah mengingatkan Israel untuk selalu mengambil tindakan pencegahan sehingga dapat melindungi warga sipil.

Pada awalnya, Joe Biden mengatakan tidak mendukung serangan militer besar-besaran Israel di Rafah.

Karena, tempat itu adalah tempat satu juta orang warga untuk melarikan diri. Sehingga sempat menghentikan pengiriman bom ke Israel, karena khawatir digunakan untuk menyerang Gaza selatan.

Sedangkan, saksi mata mengatakan tank Israel masih berada di pusat Rafah pada Selasa. Setelah pertemuan yang dilakukan pasukan Israel dengan militan Palestina.

Ketika Kirby ditanya berulang kali, dia menegaskan presiden tidak mengambil keputusan apapun, terhadap serangan besar-besaran di Rafah. Kirby juga menambahkan, belum melihat Israel menghancurkan Rafah. (Novita Ainiyyatuz Zakiyyah)

 

 

Editor : Imron Arlado
#Israel #perang palestina #palestina #All Eyes On Rafah #amerika serikat