Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kengerian Serangan Israel di Rafah, Bayi Tanpa Kepala, Jasad-Jasad Hangus

Imron Arlado • Kamis, 30 Mei 2024 | 01:45 WIB
Kengerian terjadi di sejumlah sudut Kota  Rafah// Jawa Pos
Kengerian terjadi di sejumlah sudut Kota Rafah// Jawa Pos

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setelah matahari terbit, orang-orang yang selamat dari pemboman

Israel di kamp pengungsian Rafah kembali untuk menilai kerusakan yang terjadi.

Anak-anak mengintip melalui jendela mobil yang berlubang, para pria mencari puing-puing yang terbakar, dan jurnalis mengambil foto kaleng-kaleng makanan yang menghitam.

Sekitar 12 jam sebelumnya, keluarga-keluarga palestina berada di dalam tenda-tenda tersebut, yang dibakar setelah militer Israel mengebom perkembangan yang terletak di barat laut Rafah.

Banyak yang baru selesai salat malam, ada yang tertidur, dan ada pula yang sekadar berkumpul bersama keluarga.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Menurut seorang seorang saksi mata, jet Israel menjatuhkan bom di kamp darurat tersebut, menyebabkan kebakaran yang menghanguskan sekitar 14 tenda.

Banyak shelter yang terbakar dan penghuninya masih berada di dalam tenda. Kantor media pemerintah Gaza mengatakan Israel menjatuhkan tujuh bom seberat hampir 1 ton atau 2.000 ponm serta rudal di kamp pengungsian

Menteri kesehatan Palestina mengatakan 45 orang tewas dalam serangan itu. Sebanyak 249 orang lainnya luka parah, termasuk orang-orang yang mengalami luka bakar parah dan anggota tubuh yang patah. 

Pembantaian di Rafah menuai reaksi keras dari para pemimpin di seluruh dunia, ketika para pengungsi menangis sisa-sisa kebakaran menggunakan tangan kosong untuk mencari mayat atau orang-orang yang terluka.

Dalam beberapa kasus, sebagian orang menyelamatkan potongan makanan yang bisa dimakan bersama keluarga mereka untuk hidup sedikit lebih lama.

Jasad Bayi Tanpa Kepala

Para pejabat kesehatan mengatakan mereka kewalahan dengan jumlah dan jenis korban luka, karena hanya satu rumah sakit yang beroperasi di Rafah akibat penghancuran sistem kesehatan yang dilakukan Israel di Gaza.

Para responden pertama menggambarkan tantangan serupa karena 80 persen kemampuan pertahanan sipil Palestina telah hancur sejak 7 Oktober.

Hal ini terlihat jelas setelah pengeboman, ketika petugas pemadam kebakaran, paramedis, dan warga berjuang untuk memadamkan api.

Adegan kacau pun terjadi, dengan para penyintas yang panik berlari mencari keselamatan di tengah-tengah tubuh yang hangus ketika seorang pria menggendong seorang anak tanpa kepala dan seorang lainnya dengan otaknya yang pecah.(Mia Chalimatus Syaidah)

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#Israel #Perang Israel dan Palestina #Rafah #gaza #All Eyes On Rafah