JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tuhan, Izinkan Aku Berdosa adalah sebuah film yang mengisahkan perjalanan hidup Nadya Kirani.
Kiran merupakan seorang anggota Rohis (kelompok kajian Alquran) di kampusnya.
Bersama dengan organisasi Islam Dardariyah, Kiran berjuang untuk menyebarkan dakwah mengenai sistem Khilafah yang dianggapnya sesuai dengan syariat Islam.
Sebelumnya, Kiran adalah seorang mahasiswa berprestasi yang memiliki keinginan kuat untuk mengabdikan diri di jalan Tuhan dengan berdakwah dan menegakkan syariat Islam.
Bukannya mendapatkan hidayah, Kiran justru mendapatkan cobaan berat yang datang bertubi-tubi padanya.
Dan perjalanan hidupnya membawanya ke dunia malam, dan dia bertekad membuktikan bahwa manusia munafik layak mendapat hukuman setimpal.
Akibatnya, kepercayaannya terhadap Tuhan dan manusia di sekitarnya mulai melemah, dan dia bahkan merasa seolah dirinya adalah Tuhan.
Film ini mengangkat isu pelecehan seksual dalam lingkungan keagamaan dan menyoroti perjalanan gelap seorang pencari Tuhan.
Disutradara Hanung Bramantyo, film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa ini terinspirasi dari novel karya Muhidin M. Dahlan berjudul "Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!".
Dahlan mengisahkan kehidupan Nidah Kirani, seorang mahasiswi S1 di Yogyakarta.
Awalnya, Kiran dikenal sebagai aktivis kampus dan organisasi Islam yang taat. Namun, cerita berubah ketika ia masuk ke lingkungan jamaah eksklusif dengan konsep ketuhanan yang berbeda dari keyakinannya.
Novel ini menyoroti kritik sosial terhadap organisasi radikal dan cara beragama yang otoriter dan dogmatis.
Editor : Imron Arlado