Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penyakit Kambuh, Keberangkatan Dua CJH asal Mojokerto Tertunda

Farisma Romawan • Minggu, 19 Mei 2024 | 13:50 WIB

 

KE TANAH SUCI: Sejumlah CJH bercengkrama dengan keluarga di Pendapa Pemkab Mojokerto sebelum bertolak ke Tanah Suci, tahun lalu. (dok JPRM)
KE TANAH SUCI: Sejumlah CJH bercengkrama dengan keluarga di Pendapa Pemkab Mojokerto sebelum bertolak ke Tanah Suci, tahun lalu. (dok JPRM)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang sepekan jelang keberangkatan, ribuan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto dituntut menjaga kondisi fisiknya agar tetap fit.

Terlebih bagi yang memiliki riwayat penyakit penyerta agar mengurangi aktivitas sehari-hari.

Bahkan, dua CJH dilaporkan menunda keberangkatan lantaran penyakit yang dialami kambuh.

Dengan penundaan tersebut, maka jumlah rombongan haji kini berkurang menjadi 1.096 orang.

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin mengatakan, potensi penundaan keberangkatan jemaah masih cukup besar, mengingat cuaca yang melanda Mojokerto akhir-akhir ini sangat ekstrem.

Suhu panas tinggi yang melanda dianggap dapat memicu gangguan kesehatan jemaah jika tidak diantisipasi sejak dini.

Utamanya, bagi jemaah lansia yang kondisi fisiknya rentan terganggu.

Untuk itu, kemenag bersama dinas kesehatan (dinkes) tak henti-hentinya memberikan pemahaman kepada jemaah agar tidak terlalu memforsir tenaganya dengan aktivitas tinggi.

’’Sudah berkali-kali kami sampaikan agar jemaah tetap menjaga fisiknya. Termasuk rutin memeriksakan kesehatan dan mengatur pola aktivitas,’’ ungkapnya.

Kemenag juga menekankan kepada 107 ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) dari 8 KBIHU untuk ikut memantau kondisi jemaahnya.

Mulai dari keberangkatan, puncak haji (Arafah, Muzdalifah, Mina) hingga kepulangan di Mojokerto agar tetap sehat.

’’Ratusan karu dan karom juga sudah kami kumpulkan untuk ikut mengawasi setiap perkembangan dan pergerakan jemaah. Jika ada kendala, agar berkoordinasi dengan petugas dan pendamping haji,’’ tegasnya.

Hingga kini, kemenag masih terus disibukkan dengan persiapan keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

Termasuk pembagian koper yang masih menyisakan 65 unit.

Meski demikian, kemenag optimistis keberangkatan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 65, 66, dan 67 mulai 28 Mei nanti berjalan lancar.

 ’’Semua administrasi sudah selesai. Tinggal pengambilan koper yang masih ada beberapa unit belum tersampaikan kepada jemaah,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

 

Editor : Imron Arlado
#gagal berangkat haji #cjh mojokerto #CJH 2024